Sektor Pendidikan Swasta di Asia Pasifik Menarik Minat Investor

Kompas.com - 20/09/2018, 17:16 WIB
Siswa dan Pengajar berfoto bersama. Instagram Condé Nast Social AcademySiswa dan Pengajar berfoto bersama.

KOMPAS.com - Bisnis sektor  pendidikan swasta di Asia Pasifik menjadi tempat investasi yang sedang banyak dilirik saat ini. Hal ini didorong tingginya permintaan sekolah internasional berkualitas tinggi yang memiliki fokus pada kurikulum berbasis bahasa Inggris.

Hal ini disampaikan JLL, salah satu perusahaan jasa manajemen investasi dan real estate yang masuk Fortune 500. Menurut penelitian, pasar pendidikan swasta di Asia Pasifik diperkirakan bernilai US$ 370 miliar.

Didorong meningkatnya taraf hidup 

 

Industri ini telah mengalami lonjakan permintaan dikarenakan pergerakan demografi makro ekonomi dan tren demografi yang menguntungkan, seperti meningkatnya kesejahteraan ekonomi rumah tangga dan pertumbuhan populasi yang cepat.

“Dengan kelas menengah lokal yang sedang berkembang, jumlah anggota keluarga yang tidak banyak, dan bertambahnya rumah tangga yang berpenghasilan ganda, orangtua sekarang mencari pilihan akademik tingkat pertama yang diajarkan dalam bahasa Inggris untuk memberikan anak-anak mereka peningkatan dalam masyarakat yang semakin terglobalisasi,” kata Noeleen Goh, Director of Alternatives, Capital Markets JLL Asia Pasifik.

Baca juga: 5 Alasan Denmark jadi Acuan Sistem Pendidikan Dunia

Di Hong Kong, sekolah menengah internasional Inggris meningkat jumlahnya dari 92 pada tahun 2000 menjadi 177 pada tahun 2017, dan jumlah pelajar juga meningkat lebih dari dua kali lipat selama periode tersebut.

Sekolah internasional menjadi populer

 

Negara-negara tanpa kurikulum nasional bahasa Inggris yang memadai seperti Vietnam, Thailand, Jepang dan Cina, juga telah melihat lonjakan popularitas di kalangan orang tua terhadap sekolah-sekolah berbasis bahasa Inggris.

“Berkembangnya sekolah-sekolah internasional di wilayah ini menandakan bahwa persaingan diantara para pelajar cukup sengit, sehingga kualitas pendidikan sekarang lebih tinggi dari sebelumnya. Ketika memilih tempat berdasarkan biaya sekolah untuk anak-anak mereka, orang tua banyak menekankan pada reputasi akademis keseluruhan, kurikulum, kualitas pengajaran, dan bahkan tingkat penerimaan universitas,” tambah Goh.

JLL juga mengungkapkan bahwa sekolah internasional pada umumnya telah mengalihkan fokus mereka kepada masyarakat lokal kelas atas. Hal tersebut dikarenakan menurunnya keluarga ekspatriat yang mendapatkan tanggungan perusahaan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X