Bondhan Kresna W.
Psikolog

Psikolog dan penulis freelance, tertarik pada dunia psikologi pendidikan dan psikologi organisasi. Menjadi Associate Member Centre for Public Mental Health, Universitas Gadjah Mada (2009-2011), konselor psikologi di Panti Sosial Tresna Wredha “Abiyoso” Yogyakarta (2010-2011).Sedang berusaha menyelesaikan kurikulum dan membangun taman anak yang berkualitas dan terjangkau untuk semua anak bangsa. Bisa dihubungi di bondee.wijaya@gmail.com. Buku yang pernah diterbitkan bisa dilihat di goo.gl/bH3nx4 

Pendampingan Psikologi bagi Korban Gempa dan Tsunami

Kompas.com - 01/10/2018, 13:54 WIB
Petugas Basarnas melakukan pencarian korban gempa dan tsunami di Hotel Roa Roa, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9).   Berdasarkan data BNPB jumlah korban akibat gempa dan tsunami per (30/9) pukul 13.00, sebanyak 832 orang meninggal dunia, 540 luka berat dan 16.732 pengungsi yang tersebar di 24 titik. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPetugas Basarnas melakukan pencarian korban gempa dan tsunami di Hotel Roa Roa, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). Berdasarkan data BNPB jumlah korban akibat gempa dan tsunami per (30/9) pukul 13.00, sebanyak 832 orang meninggal dunia, 540 luka berat dan 16.732 pengungsi yang tersebar di 24 titik.

Orang-orang di jalan berteriak “Tsunami! Tsunami! Air sudah sampai tugu jogja!” Saya tidak percaya sama sekali. Kalau sampai tugu berarti rumah nenek sudah habis. Rumah-rumah hancur. Kampus tempat saya wawancara pagi itu juga sudah runtuh.

Mayat-mayat tertutup terpal ditaruh di tepi jalan. Pikiran saya makin tidak karuan. Rumah nenek saya keduanya utuh, mereka selamat tapi rupanya sudah mengungsi. Rumah kosong. Alhamdulillah, saya mengucap syukur berkali-kali. Siang itu ketegangan saya berkurang. Saya lalu menjadi relawan dadakan sampai beberapa minggu setelah gempa.

Sampai detik ini, saya masih berdebar-debar kalau merasakan gempa meskipun getarannya sangat kecil. Saya tetap bisa merasakan.

Mengguncang jiwa seseorang

Para penyintas bencana alam sebagian besar tidak akan bisa melupakan apa yang terjadi, yang dilihat, didengar, dirasakan ketika bencana terjadi. Saya mengalami langsung kengerian gempa Jogja bulan Mei 2006 yang menewaskan 6.234 orang dan letusan gunung merapi bulan Desember bulan Oktober 2010 yang mengambil nyawa 353 orang, termasuk paman dari pihak istri saya.  

Ingatan dan sensasinya akan terus menempel dan menghantui. Mungkin seumur hidup. Situasi ini apabila tidak diatasi akan menimbulkan stress. Kalau gejala makin parah, penyintas akan mengalami gangguan psikologis Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Mungkin dari segi fisik sehat, selamat dari bencana, tapi pengalaman melihat rumah yang runtuh karena gempa, gelombang tsunami yang dahsyat, kehilangan anggota keluarga, melihat orang-orang terluka, mayat bergelimpangan bisa membuat jiwa seseorang terguncang.

Gejala jangka panjang

Gejala tidak akan terlihat dalam waktu dekat, tapi dalam jangka panjang seseorang dengan PTSD akan mengalami trauma psikologis seperti mimpi buruk, kesulitan mengontrol emosi, mudah marah dan tegang, sulit tidur, merasa bersalah, pesimistik, ataupun sering merasa ketakutan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada anak-anak gejala bisa dilihat misalnya sering mengompol, tidak bicara dalam waktu lama, terlihat ketakutan, dan merasa tidak aman bila tidak ada orangtua atau orang terdekatnya.

Pendampingan sebaiknya dilakukan tidak lama setelah kejadian bencana terjadi. Tujuh belas ribu orang yang mengungsi akibat bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Jumat, 28 September kemarin yang tersebar di berbagai tempat pengungsian sangat rentan mengalami PTSD.

Pendampingan psikologis korban gempa

Selain melakukan penyelamatan korban dan pemenuhan kebutuhan pokok, sebaiknya pemerintah dan relawan juga menyiapkan psikolog untuk mendampingi korban gempa. Korban selamat yang didampingi secara psikologis akan lebih produktif, menularkan sikap yang positif, dan dapat membantu pemulihan bencana secara lebih cepat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.