Kompas.com - 15/10/2018, 17:04 WIB

KOMPAS.com - Skotlandia telah mengadopsi program kewirausahaan sosial atau sociopreneur dalam kurikulum. Mereka menargetkan tahun 2026, program ini telah terintegrasi di seluruh sekolah negeri di sana.

Dilansir dari World Economic Forum, weforum.com, program ini telah dirancang dan ditawarkan oleh beberapa universitas bergengsi, termasuk London School of Economics dan Harvard University untuk diadopsi dalam kurikulum sekolah.

Mungkin telah banyak negara memiliki kebijakan nasional mengenai sociopreneur ini, namun dewan penasehat British Council Juliet Cornford mengatakan Skotlandia memiliki keunikan dalam strategi jangka panjang, di antaranya dengan mengintegrasikannya dengan kurikulum sekolah.

"Mengajarkan kewirausahaan sosial di sekolah memberi orang muda sebuah nilai dan semangat bahwa bahkan sejak kecil mereka dapat melakukan sesuatu untuk melakukan perubahan terhadap masalah sosial yang ada di sekitar mereka," katanya.

Ini matematika kehidupan

Salah satu contoh adalah Dairsie Primary School di mana semua 52 siswa (setara sekolah dasar) menjalankan wirausaha sosial dengan membuka kafe yang dibuka sebulan sekali selama 2 jam setelah jam sekolah.

Baca juga: Singapura Mengubah Paradigma Pendidikan, Belajar Bukan Kompetisi

Para siswa sendiri menyiapkan masakan, menyajikan sup atau kue, dan juga minuman hangat kepada para tamu. Tidak hanya itu, para siswa belajar mengelola stok, menyimpan laporan keuangan dan memastikan bahwa peraturan kesehatan dan kebersihan diikuti, kata guru mereka Ruth Selbie.

Menjalankan kafe telah memberi semangat bagi anak-anak untuk belajar, tambahnya.

"Ini matematika kehidupan nyata. Uang, bisnis, teknologi, ekonomi dan setiap mata pelajaran dipergunakan untuk sesuatu yang benar-benar mereka pedulikan," katanya.

"Sulit untuk membuat mereka peduli akan pelajaran. Tapi jika mereka sudah peduli, maka pembelajarannya mudah," tegas Ruth.

Pada bulan September, kafe itu memiliki lebih dari 100 pelanggan di sebuah desa yang terdiri dari 400 orang, kata Ruth. Setelah membuka kafe, para murid juga mulai mengunjungi panti jompo secara rutin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.