Kompas.com - 31/10/2018, 22:11 WIB
Festival Literasi Sekolah (FLS) telah berakhir hari ini, Rabu (31/10/2018). Seremoni penutupan rangkaian acara secara resmi ditutup Direktur Pembinaan SMA (PSMA) Purwadi Sutanto. Dok. Kompas.comFestival Literasi Sekolah (FLS) telah berakhir hari ini, Rabu (31/10/2018). Seremoni penutupan rangkaian acara secara resmi ditutup Direktur Pembinaan SMA (PSMA) Purwadi Sutanto.

"Butuh 3 hal dalam mempersiapkan Indonesia Emas yakni  pendidikan karakter, literasi dan kompetensi," ujar Purwadi.

Karakter akan menjadi pondasi kehidupan, literasi akan membuka cakrawala generasi penerus dan kompetensi menjadi hal mutlak yang dibutuhkan dalam menghadapi masa depan, jelasnya.

"Kalian adalah calon pemimpin masa depan karena dalam tahap ini kalian sudah mampu untuk mengetahaui, memahami dan bahkan telah mampu mencipta berbagai kreasi literasi baik syair, cerpen maupun komik," katanya memberi harapan kepada seluruh peserta.

Ia meminta seluruh peserta FLS 2018 untuk tidak berhenti berkarya saat telah kembali ke sekolah masing-masing. Ia mengajak seluruh peserta untuk mengisi pembanguanan Indonesia dengan berkarya. "Mengisi Indonesia berarti juga mengisi dunia. Berikan semua yang terbaik. Dengan literasi kita dapat membuka dunia," pesannya.

Literasi menjaga persatuan

Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad Hamid menyampaikan, selain melalui FLS yang dilakukan saat ini, Kemendikbud telah mengintegrasikan literasi sebagai bagian dalam Kurikulum 2013.

"Literasi menjadi bagian dalam Kurikulum 2013 yang sudah harus dilaksanakan pada tahun ini," tegas Hamid.

Hal senada disampaikan Suharlan Kasubdit Kurikulum, "Literasi telah diintegrasikan dalam Kurikulum 2013. Bukan sebagai satu mata pelajaran tersendiri melainkan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran," jelas Suharlan saat ditemui Kompas.com di sela-sela acara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, diharapkan integrasi literasi dalam kurikulum ini akan melahirkan lulusan yang mampu berpikir kritis dan kreatif sehingga para siswa tidak mudah terhasut oleh hoax yang dapat memecah belah persatuan. Ia menambahkan, literasi dan pendidikan karakter menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan.

"Kalau dulu pemuda angkat senjata mengusir penjajah, maka saat ini orang muda kita dengan literasi dapat membangun karakter yang baik dalam menjaga persatuan," pesan Suharlan kepada pada siswa peserta FLS 2018. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.