30 Tahun Prodi Real Estat Untar, Berperan Positif dalam Pembangunan

Kompas.com - 05/11/2018, 18:30 WIB
Peringatan 30 tahun prodi Perencanaan Wilayah dan Kota konsentrasi Real Estat bersama Magister Teknik Perencanaan Untar dalam talk show  bertema The Next 30 Years of Urban and Real Estate Development in Indonesia, digelar  Jumat (2/11/2018) di Auditorium kampus Untar, Jakarta. Dok. UntarPeringatan 30 tahun prodi Perencanaan Wilayah dan Kota konsentrasi Real Estat bersama Magister Teknik Perencanaan Untar dalam talk show bertema The Next 30 Years of Urban and Real Estate Development in Indonesia, digelar Jumat (2/11/2018) di Auditorium kampus Untar, Jakarta.

KOMPAS.com - Program studi (prodi) Perencanaan Wilayah dan Kota, khususnya konsentrasi Real Estat, Universitas Tarumanagara (Untar) telah memasuki usia 30 tahun.

Prodi ini merupakan program unggulan baik S1 maupun S2 dan telah menghasilkan tenaga ahli yang memenuhi kebutuhan di pemerintahan dan sektor swasta dalam mengembangkan dan merencanakan pengembangan wilayah dan kota secara lebih komprehensif. 

Hal tersebut disampaikan Rektor Untar Prof. Agustinus Purna Irawan dalam rangka memperingati 30 tahun lahirnya pendidikan real estat dan perencanaan kota di Indonesia.

Dalam peringatan tersebut prodi Perencanaan Wilayah dan Kota konsentrasi Real Estat bersama Magister Teknik Perencanaan Untar menyelenggarakan talk show  bertema "The Next 30 Years of Urban and Real Estate Development in Indonesia", yang digelar  Jumat (2/11/2018) di Auditorium kampus Untar.

Ambil peran positif dalam pembangunan

Disampaikan Agustinus, pengembangan wilayah dan kota di Indonesia berjalan pesat seiring dengan kebutuhan masyarakat dan dunia bisnis memperoleh kawasan aman dan nyaman.

Oleh sebab itu perlu didesain dan direncanakan dengan baik sehingga menghasilkan wilayah dan kota ideal bagi semua pemangku kepentingan.

Baca juga: Untar Berbagi Ilmu di Negeri Naga Kecil Asia

 

“Semoga keunggulan program studi perencanaan wilayah dan kota khususnya bidang real estat terus dapat dikembangkan dan dapat mengambil peran positif untuk pembangunan di Indonesia”, ujarnya.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, salah satu pembicara mengakui saat ini provinsinya sedang melakukan transformasi dari penghasil timah ke pariwisata. Tantangan yang dihadapi wilayahnya adalah penyediaan infrastruktur dan hal tersebut memerlukan sumber daya manusia yang sudah siap.

Kerjasama dengan pemerintah daerah

Menurutnya, Untar sebagai perguruan tinggi yang memiliki program studi perencanaan wilayah dan kota sangat dibutuhkan kontribusi bagi pembangunan di daerahnya.

Kepala daerah yang juga alumni prodi real estat Untar ini mengatakan Untar sudah dikenal sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan entrepreneur sekarang saatnya lulusannya juga dapat berkiprah di pemerintahan untuk membantu pembangunan di daerah khususnya di Bangka Belitung.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.