Kompas.com - 15/11/2018, 21:43 WIB
Kabupaten Bulungan meluncurkan Program Kelompok Kerja Guru (KKG) mandiri untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa kelas awal pada Oktober lalu. Dok. Disdikbud Bulungan.Kabupaten Bulungan meluncurkan Program Kelompok Kerja Guru (KKG) mandiri untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa kelas awal pada Oktober lalu.

“Kami menggunakan modul dan metodologi pelatihan yang sudah teruji, fasilitator terlatih dan pembiayaan yang berkelanjutan. Ini adalah empat kekuatan dari model KKG mandiri yang kami kembangkan,” tutur Suparmin.

Selama setahun, kegiatan di KKG mandiri menggunakan modul pelatihan praktikal. Hal ini bertujuan agar guru bisa langsung mengimplementasikan hasil pelatihan di kelas masing-masing.

Pelatihan "In-On In"

 

Isi pelatihan memuat materi pengenalan literasi, penggunaan big book, kesadaran fonologis, membaca kata, membaca pemahaman dan keterampilan menulis.

Sedangkan desain pelatihan menggunakan pendekatan in-on-in atau pelatihan-sekolah-pelatihan. Proses pengembangan kapasitas guru tidak berhenti sampai di ruang pelatihan saja, tetapi berlanjut sampai di kelas masing-masing dengan pendamping yang kompeten.

Fasilitator terlatih dikirim ke sekolah-sekolah guna mendampingi guru menerapkan materi pelatihan. Proses pendampingan ini, merupakan kunci mengubah metode pembelajaran yang dilakukan guru. Di kegiatan ‘in’ berikutnya guru bisa merefleksikan apa yang telah dilakukannya di ruang kelas.

Pelatihan dan pendampingan dilakukan oleh fasilitator terlatih. Mereka merupakan kepala sekolah, pengawas dan guru-guru terbaik dari gugus masing-masing. Mereka telah dilatih dan sudah terlebih dahulu mengimplementasikan materi pelatihan serupa di sekolah dan kelasnya masing-masing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lewat model ini proses pelatihan dan pendampingan akan berlangsung praktikal dan kolegial.

Tingkatkan mutu lewat KKG mandiri

Seluruh proses KKG ini akan dibiayai mandiri oleh sekolah menggunakan multi sumber keuangan. Sekolah akan memanfaatkan Biaya Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS), Biaya Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), tunjangan profesi guru dan dukungan dari perusahaan yang ada di sekitar sekolah melalui program CSR (Corporate Social Responsibility).

”Itu sebabnya kita menyebutnya KKG mandiri, karena kegiatan KKG dan pembiayaannya dilakukan mandiri oleh sekolah,” tambah Suparmin. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.