Kisah Pelajar Indonesia Menangi Kompetisi "Coding" di Singapura

Kompas.com - 05/02/2019, 18:46 WIB
Michael Hamonangan Sitorus ditemani kakak perempuannya dan kepala sekolah SMAN 1 Ungaran, dalam kunjungan di Kantor Microsoft pada 23 Januari 2019. Michael Hamonangan SitorusMichael Hamonangan Sitorus ditemani kakak perempuannya dan kepala sekolah SMAN 1 Ungaran, dalam kunjungan di Kantor Microsoft pada 23 Januari 2019.

"Saya membuat world tentang perkembangan Indonesia. Ide itu saya dapat dari kehidupan sehari-hari kita yang sekarang ini sudah serba teknologi, seperti gadget, dan media sosial," tambah dia.

Kemudian, dari ide itulah timbul pemikiran bahwa Michael ingin membuat konsep kehidupan ketika teknologi itu belum seheboh sekarang ini.

Ia pun membuat world dengan konsep era prasejarah, kemudian dikembangkan sampai era globalisasi yang berkembang pesat hingga sekarang ini.

Beberapa cerita dalam aplikasinya juga menampilkan Candi Borobudur yang merupakan situs sejarah dan candi Buddha terbesar di dunia.

"Untuk Candi Borobudur itu sendiri bukti nyata kalau Indonesia pada era tersebut sudah mulai memiliki kepercayaan," ujar Michael.

Untuk memenangkan kompetisi, Michael harus melawan kurang lebih 1.500 peserta dari 20 negara se-Asia Pasifik dengan pengerjaan seorang diri.

Baca juga: Coding, Mantra Baru Milenial Masuk Keajaiban Era Industri 4.0

Pinjam laptop guru

Jelang 2 minggu sebelum kompetisi dimulai, Michael berlatih coding secara otodidak dari situs internet.

Kemudian, setelah mendaftarkan diri dalam kompetisi, Michael membagi waktu antara mengerjakan aplikasi dengan penilaian akhir semester.

"Deadline-nya lima hari tuh, tapi tiga hari pertama itu saya masih ada penilaian akhir semester. Jadi, saya baru mulai mengerjakan pada hari keempat dan besoknya langsung saya kirim, kira-kira setengah jam sebelum deadline (pukul 22.30)," ujar Michael.

Ia juga bercerita dalam membuat aplikasi ini, Michael meminjam laptop gurunya karena syarat untuk bisa ikut kompitisi harus menggunakan sistem operasi Windows 10. Sedangkan, laptopnya belum menggunakan Windows 10.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X