Ditugaskan Mendikbud, Ini Tugas Tim Percepatan Pendidikan Papua

Kompas.com - 25/09/2019, 17:11 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy meresmikan sekretariat Tim Percepatan Pembangunan Pendidikan di Provinsi Papua dan Papua Barat, Senin (23/9/2019) di Jayapura. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAMendikbud Muhadjir Effendy meresmikan sekretariat Tim Percepatan Pembangunan Pendidikan di Provinsi Papua dan Papua Barat, Senin (23/9/2019) di Jayapura.


KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy telah meresmikan Sekretariat Percepatan Pembangunan Pendidikan di Papua dan Papua Barat yang dilakukan di kantor Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Papua, Jayapura, Papua.

Mendikbud mengatakan, pembentukan tim ad hoc ini bertujuan mempercepat peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan di Papua dan Papua Barat yang ditunjukkan melalui peningkatan angka partisipasi, serta mempercepat pencapaian delapan standar nasional pendidikan.

Tim Percepatan Pembangunan Pendidikan di Provinsi Papua dan Papua Barat itu bekerja berdasarkan Keputusan Mendikbud Nomor 342/P/2019 tentang Tim Percepatan Pembangunan Pendidikan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

2 tugas utama

Untuk kepemimpinannya, Mendikbud menugaskan kepada James Modouw yang menjabat Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat-Daerah Kemendikbud.

Baca juga: Kemendikbud Bentuk Tim Khusus Percepatan Pendidikan Papua dan Papua Barat

“Maka dari itu, saya tugaskan Pak James Modouw yang orang Papua asli untuk lebih banyak di sini mengoordinasi semua kegiatan di lapangan. Jangan hanya katanya, berdasarkan persepsi, tapi betul-betul lihat fakta di lapangan dan data riil. Ini satu-satunya provinsi yang langsung dikomandani pleh pejabat eselon 1 Kemendikbud,” ujar Muhadjir.

Saat ditemui Kompas.com, James Modouw menuturkan, dua tugas besar harus dia lakukan yaitu melaksanakan koordinasi dan fasilitasi. Tugas itu sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaran Pemerintahan Daerah.

"Kami melakukan pembinaan pusat dengan daerah, dan provinsi dengan kabupaten. Selama ini mereka terlepas dan tidak saling membina. Itu tugas besar sesuai PP tersebut," ucap James ketika dijumpai di Jayapura, Papua, Senin (23/9/2019).

Adapun implementasi program itu melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Sejumlah program yang akan menjadi fokusnya yakni penyediaan sekolah satu atap berpola asrama untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah. Dalam lima tahun terakhir, pemerintah sudah membangun 34 sekolah menengah pertama (SMP) berpola asrama sesuai kondisi geografis masing-masing daerah.

Program berikutnya yaitu pendidikan vokasi dan pemebinaan kurikulum kontekstual di Papua dan Papua Barat yang disusun berdasarkan muatan lokal dan sesuai bahasa daerah untuk membantu kegiatan belajar mengajar.

“Fasilitasi juga terutama kurikulum kontekstual dengan menerapkan Kurikulum 2013 melalui pembelajaran yang berpusat pada anak,” ungkap James.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X