Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Kompas.com - 06/12/2019, 21:12 WIB
Ilustrasi. Data Scientist DOK. DQLABIlustrasi. Data Scientist

Sulitnya data scientist membuat gaji seorang data scientist semakin naik dan semakin mahal. Menurut Andy, fakta tersebut dianggap baik untuk orang-orang yang mampu menjadi data scientist.

"Bagi industri itu sendiri jadi mahal untuk memiliki skill itu sehinga menghambat progres yang harusnya bisa lebih cepat," tambah Andy.

Kolaborasi industri dan universitas

Andy mengajak para industri dan universitas bekerja sama untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menguasai kompetensi dibutuhkan industri.

Ia juga menyebut pentingnya berkolaborasi dengan pihak untuk kampus agar bisa menyelesaikan masalah ketidakcocokan antara kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

"Supaya kita bisa dapat talent dari universitas. Bisa creating talent bukan cuma acquiring talent. Itu kunci di industri kita. Mau itu di bidang teknologi atau di bidang data," ujarnya.

Ia juga meminta pihak universitas agar terbuka dengan para industri dalam segi penyiapan kurikulum. Link and match perlu terus ditingkatkan.

"Kalau gapnya besar antara fresh graduate dengan talent yang dibutuhin di industri, ada problem tadi. Daripada rekrut fresh graduate, training tiga bulan, mending bajak sajalah. Kalau gapnya makin kecil, dari industri akan mau rekrut langsung dari kampus," tambahnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X