Membanggakan, Siswa Indonesia Raih Prestasi di Ajang Olimpiade Sains Internasional

Kompas.com - 18/12/2019, 21:01 WIB
Muhammad Adyan Dafi (15 tahun), siswa kelas IX, SMP Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Bogor, Jawa Barat meraih medali perak dalam ajang IJSO (International Junior Science Olympiad) 2019 atau Olimpiade Internasional Sains tingkat pendidikan menengah (SMP) di Doha, Qatar, pada 3-12 Desember 2019. DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARMuhammad Adyan Dafi (15 tahun), siswa kelas IX, SMP Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Bogor, Jawa Barat meraih medali perak dalam ajang IJSO (International Junior Science Olympiad) 2019 atau Olimpiade Internasional Sains tingkat pendidikan menengah (SMP) di Doha, Qatar, pada 3-12 Desember 2019.

KOMPAS.com - Siswa Indonesia kembali meraih prestasi membanggakan di ajang internasional. Kali ini torehan prestasi internasional tersebut datang dari Muhammad Adyan Dafi (15 tahun), siswa kelas IX, SMP Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Bogor, Jawa Barat.

Dafi, demikian sapaan akrabnya, meraih medali perak dalam ajang IJSO (International Junior Science Olympiad) 2019 atau Olimpiade Internasional Sains tingkat pendidikan menengah (SMP) di Doha, Qatar, pada 3-12 Desember 2019.

Tahun ini olimpiade sains yunior internasional ini diikuti lebih dari 400 siswa dari 72 negara, di antaranya; Australia, China, Perancis, Jerman, Hong Kong, India, Irak, Libanon, Malaysia, Myanmar, Belanda, Filipina, Portugal, Thailand dan juga Amerika Serikat.

"Saingan terberat datang dari India dan China Taipei. Mereka lebih rajin belajar di luar latihan yang diberikan pemerintah. Mereka sejak dini memang sudah difokuskan untuk belajar sains lebih dalam. Latihan soal mereka pun lebih tinggi (sulit) dibandingkan soal-soal IJSO," cerita Dafi.

Tantangan berpikir kritis, kreatif dan kolaborasi

Hal ini dibuktikan dengan perolehan medali yang didominasi India dengan raihan 6 medali emas. Indonesia sendiri yang mengirimkan 6 siswa ke ajang internasional ini meraih 5 medali perak dan 1 medali perunggu.

Baca juga: Mahasiswa Pertamina Raih Prestasi Bidang Geologi dan Digital

Selain Dafi, prestasi siswa Indonesia dalam ajang di IJSO 2019, datang dari Berwyn (SMP Kristen 6 Penabur), Christopher Ivan (SMPK Penabur Gading Serpong), Jonathan Tjandra (SMP Kristen Calvin), Michael Evan (SMP IPEKA Puri), dan Rafif Dista (SMP Al Kautsar).

"Senang namun juga ada sedikit kecewa," ungkap Dafi, "Sudah 2 tahun ini Indonesia belum berhasil meraih emas."

Awalnya Dafi mengaku agak gugup melihat peserta negara lain yang tampak lebih dewasa dibanding dirinya. "Namun bagaimana pun, saya tetap berusaha semaksimal mungkin agar dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia dalam perhelatan internasional tersebut," ujar Dafi.

Kompetisi IJSO sendiri merupakan kompetisi bidang sains yang memperkenalkan dan menumbuhkan ketertarikan siswa di bidang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), termasuk bagaimana memecahkan masalah lewat eksperimen, kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kolaborasi.

"Tim Indonesia sebenarnya cukup kuat dalam nilai pilihan ganda dan esai untuk Biologi dan Fisika. Namun dalam kerja sama (kolaborasi) eksperimen tim, sempat melakukan kesalahan sehingga harus mengulang eksperimen," cerita Dafi yang bercita-cita ingin menjadi dokter ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X