"Lucida Sidera, Fatihversary", dari Tsunami Aceh ke Prestasi Dunia

Kompas.com - 27/11/2019, 20:43 WIB
Fatihversary ke-10 digelar sebagai peringatan hari lahir sekolah khusus puteri Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School, Banda Aceh dan diadakan pada 20-23 November 2019 dengan menggelar berbagai kompetisi yang diikuti lebih dari 600 siswa dari berbagai sekolah di Aceh. DOK. FATIH SCHOOLFatihversary ke-10 digelar sebagai peringatan hari lahir sekolah khusus puteri Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School, Banda Aceh dan diadakan pada 20-23 November 2019 dengan menggelar berbagai kompetisi yang diikuti lebih dari 600 siswa dari berbagai sekolah di Aceh.

KOMPAS.com - Tsunami Aceh menjadi titik balik kebangkit Aceh dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Kehadiran banyak para relawan dalam dan luar negeri untuk membangun kembali menjadikan pendidikan Aceh kembali bersinar.

Semangat ini coba kembali dimunculkan dalam Fatihversary ke-10 yang digelar sebagai peringatan hari lahir sekolah khusus puteri Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School, Banda Aceh dan diadakan pada 20-23 November 2019.

"Fatihversary dirancang sebagai ajang unjuk prestasi dan pengembangan bakat dan potensi siswa, melatih kemampuan berorganisasi dan berkolaborasi siswa," ujar Mustafa Cakallioglu, General Manager Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School.

Pada tahun ini Fatihversary mengusung tema "Lucida Sidera", berasal dari bahasa latin bermakna “Pancarkan Sinarmu”.

"Melalui penyelenggaraan Fatihversary tahun ini sekolah Teuku Nyak Arif Fatih mengajak seluruh siswa di Banda Aceh khususnya dan Aceh umumnya untuk berani mengekspresikan dan menunjukkan potensi dan talenta masing-masing dan mengarahkannya ke kegiatan dan ajang yang positif," jelas Mustafa.

Dari tsunami ke prestasi dunia

"Ketika awal tsunami, merekalah yang mula-mula mendirikan sekolah. Sesudah sekolah hancur semua, mereka (Fatih School) mendirikan model sistem yang baru," kenang Prof. Yusni Saby, tokoh pendidikan di Banda Aceh yang juga merupakan Rektor ke 8 Uin Ar-Rainiry.

Baca juga: Bukan Basa-basi, Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Jalur Seni Budaya

Prof. Yusni Saby menlanjutkan, "Kelebihan lain juga bagaimana mereka membangun jaringan menjaga silahturahmi dengan para tokoh di sini. Hal ini membuat anak-anak Aceh kemudian dikenal tidak hanya menjadi juara di daerah namun juga mengikuti berbagai olimpiade internasional."

Tokoh pendidikan Aceh ini mengharapkan ajang ini dapat berlanjut di tahun-tahun selanjutnya dengan jangkauan yang lebih luas setidaknya di seluruh Aceh.

"Fatihversary dapat memberi dampak berupa bermunculannya dorongan semangat menggali potensi diri, berkarya dan berprestasi dari para anak dan remaja sekolah di Aceh," tegas Prof. Yusni.

Hal senada disampaikan Wakil Walikota Banda Aceh H. Zainal Arifin yang memberikan apresiasi atas prestasi diraih siswi Fatih Bilingual School dalam mengharumkan nama Banda Aceh baik di tingkat nasional dan internasional.

"Kami memberikan apresiasi atas apa yang telah telah dilakukan Fatih selama ini. Kami menitipkan harapan agar Fatih Bilingual School dapat terus mengekspolorasi bakat anak di luar buku-buku pelajaran sehingga mereka dapat terus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia," ujar Zainal Arifin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X