Yohan Rubiyantoro
Penulis Sahabat Keluarga

PhD Student, School of Education, University of Nottingham, Inggris.

Mendesak, Pentingnya Pendidikan Berkesinambungan PAUD, SD dan Parenting

Kompas.com - 20/01/2020, 17:46 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Pendidikan berkesinambungan

Sebuah proyek penelitian di Inggris mengungkapkan bahwa efek positif PAUD akan memudar bila anak mendapatkan layanan pendidikan dasar yang buruk.

Kesimpulan itu mereka dapatkan setelah melakukan proyek penelitian jangka panjang: The UK Effective Provision of Preschool Education Project 3-11 years.

Mereka meneliti 3.000 anak PAUD di Inggris, dan mengikuti perkembangan anak tersebut dari usia tiga tahun hingga mengancik usia 11 tahun (Sylva et al. ,2004 dan Siraj-Blatchford et al, 2006).

Hasilnya, anak yang mendapatkan layanan PAUD yang baik, namun masuk ke SD yang kurang berkualitas akan mengalami penurunan potensi kemampuan akademik maupun nonakademik. Singkat kata, percuma ikut PAUD kalau kemudian SD nya buruk.

Penelitian OECD tahun 2017 juga telah mengingatkan kita bahwa dampak positif PAUD dapat memudar bila pemerintah abai terhadap kesinambungan layanan tersebut.

Kemampuan anak-anak yang mengikuti PAUD memang mula-mula lebih baik dari teman-temannya yang tidak mengikuti, namun efek ini bakal memudar setelah beberapa tahun, bila ia tidak mendapatkan layanan yang baik pada jenjang selanjutnya. I

ni dikenal dengan istilah fadeout effect.

Pentingnya parenting

Penelitian lain juga menunjukkan pentingnya mengintegrasikan PAUD dengan layanan pendidikan lain. Salah satunya dengan program parenting.

The US National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) menyimpulkan bahwa PAUD akan berdampak besar bila diikuti kemampuan mengasuh yang baik dari para orangtua.

Mereka meriset 1.300 anak usia dini dari 10 lokasi berbeda di Amerika Serikat, dan menegaskan bahwa kemampuan parenting orangtua memiliki faktor lebih dominan terhadap performa akademik anak.

Keterampilan mengasuh anak berdampak dua hingga tiga kali lebih besar terhadap perkembangan anak dibanding pengaruh layanan PAUD. Artinya, anak yang memiliki orangtua dengan kemampuan mengasuh yang baik, memiliki potensi sukses lebih besar.

Temuan-temuan tersebut menegaskan bahwa layanan PAUD tidak dapat berdiri sendiri. Putra-putri kita akan mendapatkan manfaat PAUD yang tak ternilai, bila ia juga mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas di tingkat SD, SMP, dan pendidikan selanjutnya.

Selain itu, kita juga perlu meningkatkan kemampuan orangtua dalam mengasuh anak, agar dampak positif PAUD tidak memudar saat sang anak beranjak dewasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.