Guru Dihimbau Terus Sesuaikan Metode Pembelajaran dengan Teknologi Informasi

Kompas.com - 07/02/2020, 18:42 WIB
Salah satu guru honorer di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengajar di hadapan siswa salah satu sekolah dasar, Kamis (6/2/2020)  KOMPAS.com/Tresno SetiadiSalah satu guru honorer di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengajar di hadapan siswa salah satu sekolah dasar, Kamis (6/2/2020)

KOMPAS.com - Guru dihimbau untuk terus menyesuaikan metode pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satunya, guru bisa mengembangkan metode pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi informasi.

Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Gogot Suharwoto mengatakan peserta didik harus diberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kompetensinya.

"Kita harus berinovasi memilih teknologi yang sesuai dengan pembelajaran. Yang tadinya guru memerintah (teacher center), sekarang student center pembelajaran (lebih) konstruktif untuk mendapatkan feed back dari anak sehingga kita bisa memperoleh pengetahuan juga dari anak didik," kata Gogot saat membuka Indonesia Edutech Expo 2020 di Jakarta Convention Center (JCC) dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Merdeka Belajar, Siapkah Guru dan Sekolah Menjalankannya?

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional Ilham Habibie sebagai keynote speaker dan beberapa pakar yang kompeten di bidang teknologi informasi.

Ilham Habibie memberikan analisanya terkait tren pembelajaran yang akan terus dipengaruhi oleh teknologi informasi. Ia berkeyakinan, metode yang sesuai dengan perkembangan teknologi akan menarik minat siswa dalam proses pembelajaran.

"Tren belajar ke depan adalah teknologi dijadikan alat untuk meng-encourage siswa sehingga muncul motivasi dan semangat belajarnya," katanya.

Pameran pendidikan 2nd Indonesia Edutech 2020 di Jakarta Convention Center mulai tanggal 6-9 Februari 2019.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Pameran pendidikan 2nd Indonesia Edutech 2020 di Jakarta Convention Center mulai tanggal 6-9 Februari 2019.

Lebih lanjut ia mengatakan, kurikulum yang sukses adalah metode pembelajaran yang disampaikan kepada siswa dengan project base learning. Di sini, guru tidak hanya sebagai penyedia, tetapi juga membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

"Pengetahuan yang diperoleh melalui belajar terapan dan diskusi dengan sesama siswa. Metode belajar yang mengedepankan relevansi antara aspek teori dan praktek akan lebih melekat,” jelasnya.

Baca juga: Nadiem Sebut Program Merdeka Belajar Sangat Berkaitan dengan Guru

Perwakilan dari Microsoft, Benny Kusuma yang memberikan paparan tentang Teknologi dalam Dunia Pendidikan menambahkan, metode pembelajaran yang menarik, akan menambah alasan anak-anak datang ke sekolah.

"Jangan buat teknologi jika membuat anak-anak tidak semangat belajar karena hasil akhir pembelajaran adalah buat anak-anak itu sendiri," pesan Benny.

Indonesia Edutech Expo 2020 diselenggarakan pada Kamis dan Jumat, 6-7 Februari 2020. Acara tersebut digelar sebagai upaya untuk memperluas wawasan masyarakat di dunia pendidikan, terutama terkait perkembangan teknologi.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X