Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Kompas.com - 22/02/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi kesunyian ISTOCKPHOTO/ANTONIGUILLEMIlustrasi kesunyian

Sejak diciptakan nun jauh nian di belakang sana, lantas dibentangkan sejauh yang tak terbayangkan kita, waktu tetap menjadi misteri tiada tepermanai. Ia berbiak dalam ingatan manusia sebagai kenangan.

Menggilas yang telah lalu. Memeram masa datang pada saat ini, dengan ketidakpastian. Ya, itulah satu-satunya kepastian bagi kita.

Waktu yang tidak dianugerahi rasa, mengajari kita makna ketiadaan yang diadakan dalam ketakberadaan.

Ia jua lah nasihat terbaik manusia dalam kehidupan. Semua yang sudah terjadi, kembali dalam kehampaan.

Segala yang semula hampa, ia wujudkan dalam kejadian. Kelak nanti waktu disembelih Israfil, paripurnalah panggung penciptaan. Awal-Akhir menyatu padu. Noktah keabadian kembali ke Tuhan.

Maka selama ada kesempatan, pergilah beranjangsana. Bukan sekadar makan-minum dan bersenang bersama di pusat belanja atau kafetaria, tetapi saling mengingatkan betapa waktu hidup kita semakin singkat.

Maka dari itu, jalinlah persaudaraan. Barangkali lain waktu kita takkan bertemu lagi dengan mereka. Usia itu laksana embun. Dipakai atau tidak, akan tetap mencair dan sirna.

Jalani hidup ini dengan ceria, sabar dan santai. Terimalah apa yang bahkan tak pernah kita minta dari-Nya. Jangan mau menang sendiri, sementara orang lain selalu salah.

Buanglah sifat egois dan iri hati. Jangan nafikan saudara cuma karena tak seiya sekata. Satu keburukannya, bukan berarti hilang banyak kebaikan yang pernah ia lakukan pada kita.

Terimalah kekurangan dan kelebihan siapa pun, maka mereka akan melakukan hal yang sama untukmu. Bertemanlah dengan apa adanya, bukan karena ada apanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X