Belajar Semangat Kolaborasi Pendidikan dari "Tower" Swadaya SMPN 4 Bentara Jambi

Kompas.com - 23/02/2020, 11:39 WIB
Siswa SMPN 4 Bentara, Desa Sungai Terap, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi kini telah dapat melakukan pembelajaran berbasis digital setelah pembangunan tower hasil gotong-royong sekolah dan masyarakat. DOK. TANOTO FOUNDATIONSiswa SMPN 4 Bentara, Desa Sungai Terap, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi kini telah dapat melakukan pembelajaran berbasis digital setelah pembangunan tower hasil gotong-royong sekolah dan masyarakat.

KOMPAS.com - Keterbatasan infrastuktur tidak menghentikan langkah SMPN 4 Bentara, Desa Sungai Terap, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi untuk bergotong-royong mengatasi kekurangan mereka dalam ketersediaan jaringan internet di sekolah

"Sekitar dua tahun lalu, anak-anak di SMPN 4 Betara masih seperti hidup dalam gua hantu. Daerah itu dulu gelap dengan informasi. Jika hendak belajar, mereka hanya mengandalkan buku-buku di sekolah," ujar Kepala SMPN 4 Betara, Rudianto.

Tidak hanya itu, jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun lalu, siswa SMPN 4 Bentara dihadapkan pada permasalahan tidak adanya lokasi terdekat yang bisa dijangkau para siswa.

Kalau pun ada sekolah yang bisa menjadi tempat menumpang ujian, jaraknya sangat jauh.

Prinsip kolaborasi pendidikan

Dari sanalah, akhirnya para pemangku kepentingan di sekolah mengambil inisiatif.

Wali murid dan dan majelis guru dibantu masyarakat sepakat untuk mengumpulkan iuran untuk membangun sendiri tower penerima sinyal internet.

Mereka membangun tower yang tingginya mencapai 25 meter di depan sekolah. Menurutnya, hal itu sangat berguna untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

Baca juga: 4 Kejutan Mendikbud Nadiem Terkait Dana BOS di Merdeka Belajar Jilid 3

Masing-masing guru menyisihkan pendapatan mereka dengan dibantu sumbangan masyrakat sehingga terkumpul dana sekitar Rp 30 juta untuk pembangunan fisik tower, pengadaan server dan kelengkapan lain.  

“Ini sangat dibutuhkan untuk literasi berbasis ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi) UNBK, hingga ujian Semester Berbasis Android (UNBA),” ujar Rudianto.

Di awal masa tugasnya, Mendikbud Nadiem menyampaikan prinsip gotong-royong dan kolaborasi akan menjadi kata kunci yang akan banyak mewarnai kementerian dipimpinnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X