Belajar Semangat Kolaborasi Pendidikan dari "Tower" Swadaya SMPN 4 Bentara Jambi

Kompas.com - 23/02/2020, 11:39 WIB

Ia menyampaikan, "Gotong royong adalah satu asas, satu value yang akan saya bawa ke dalam semua aktivitas dan interaksi kita. Baik di level kementerian, baik dengan menteri-menteri lain, baik dengan guru dan kepala sekolah dan pemerintah."

"Kata gotong royong ini akan menjadi kata kunci di perjalanan kita bersama," tegasnya. "Kita nggak bisa lakukan ini sendiri. Semua; pemerintah daerah, pemerintah pusat, guru, organisasi masyarakat,orangtua dan murid," ujar Mendikbud Nadiem kepada para jurnalis (23/10/2019).

Mendikbud Nadiem menegaskan, "Semua harus terlibat, semua harus gotong-royong untuk menciptakan kualitas pendidikan di Indonesia." 

Berdampak pada masyarakat 

SMPN 4 Bentara, Desa Sungai Terap, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi bergotong-royong membangun tower swadaya guna mendukung ketersediaan jaringan internet di sekolah. DOK. TANOTO FOUNDATION SMPN 4 Bentara, Desa Sungai Terap, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi bergotong-royong membangun tower swadaya guna mendukung ketersediaan jaringan internet di sekolah.

Rudianto, kepala sekolah fasilitator Program Pintar Tanoto Foundation dan penggagas gerakan ini mengharapkan para siswanya dapat melihat cakrawala dunia lebih luas dengan berdirinya tower hasil swadaya ini.

"Saya ingin anak-anak keluar dari gua. Saya ingin anak-anak di desa tidak kalah dengan anak-anak kota. Walaupun kita di desa, tapi pemikiran kita internasional,” katanya.

Para siswa kini terbantu dengan adanya tower tersebut. Generasi milenial yang tidak bisa dipisahkan dari dunia digital, kini dapat berselancar ria di dunia maya.

Baca juga: Setelah Sri Mulyani, Erick Thohir Dukung Kebijakan Merdeka Belajar Nadiem Makarim

 Keberadaan jaringan internet sekolah dari menara pemancar itu telah memudahkan membuka berbagai akses, misalnya menemukan materi sesuatu yang tidak ada di perpustakaan.

Bukan hanya itu saja, menara pencakar langit kini bisa dimanfaatkan masyarakat di sekitar sekolah. Jaringan telekomunikasi yang dulunya tidak pernah ada, kini dapat diakses dengan mudah dalam radius sekitar 200 meter.

Di samping untuk kegiatan pembelajaran, sarana ini juga miliki nilai ekonomi. Sekolah kini punya penghasilan lain dari penjualan voucher yang dititipkan di warung-warung dekat sekolah.

“Jadi, sekolah pun bisa berwirausaha. Uangnya nanti digunakan untuk membayar operasional sekolah,” tutupnya. 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X