Kebijakan Kampus Merdeka, Ini Langkah yang Akan Dilakukan Unpad

Kompas.com - 26/02/2020, 19:06 WIB
Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Sumedang. KOMPAS.com/RENI SUSANTIGedung Rektorat Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Sumedang.

KOMPAS.com - Rektor Universitas Padjajaran (Unpad), Prof. Dr. Rina Indiastuti menanggapi kebijakan konsep “ Kampus Merdeka” dengan dukungan yang bakal dilakukan oleh Unpad.

Prof. Rina mengungkapkan, ada empat urutan kebijakan terkait konsep Kampus Merdeka. Empat kebijakan itu meliputi, merdeka atas pembukaan program studi, kemerdekaan akreditasi perguruan tinggi, keleluasaan menjadi PTN Badan Hukum, serta hak belajar tiga semester di luar program studi (prodi).

“Untuk akreditasi, sesuai dengan ketentuan peredaran, kita bersikap bahwa prodi di Unpad yang sudah terakreditasi A tidak perlu reakreditasi. Kami dorong untuk akreditasi internasional bereputasi,” ujar Prof. Rina seperti dikutip unpad.ac.id.

Baca juga: Kemendikbud Siapkan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kebijakan Kampus Merdeka

Untuk kebijakan hak belajar tiga semester di luar prodi, Prof. Rina mendukung hal ini dilaksanakan. Untuk itu, dibutuhkan kurikulum yang fleksibel.

Karena itu, Prof. Rina mendorong pimpinan fakultas dan pengelola prodi untuk melakukan inovasi kurikulum.

Prof. Rina menjelaskan, inovasi yang dibutuhkan, di antaranya penguatan prodi agar semakin adaptif terhadap IoT (Internet of Things) dan relevan dengan kebutuhan pasar.

“Relevansinya adalah cocok dengan tuntutan dunia usaha atas tuntutan karier dari lulus program studinya,” tutur Prof. Rina.

Pengelola prodi juga bisa menginsersikan berbagai keterampilan. Dengan demikian, kurikulum yang ada mampu mengakomodasi muatan pengetahuan, keterampilan praktis, serta kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Rektor Unpad periode 2019-2024, Prof Rina Indiastuti.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Rektor Unpad periode 2019-2024, Prof Rina Indiastuti.

Untuk hak belajar tiga semester di luar prodi, Prof. Rina memberikan keleluasaan bagi prodi untuk penerapannya. Untuk satu semester pertama atau setara 20 SKS, kuliah ditujukan untuk pengetahuan tambahan, literasi teknologi dan data, serta manajerial dan penguatan karakter.

“Untuk dua semester, bertujuan untuk mewujudkan experimential learning dan soft skill/karakter, meliputi kuliah pada prodi yang sama atau prodi berbeda di perguruan tinggi lain, dan/atau pembelajaran di luar PT. Bentuk kegiatan di luar PT meliputi magang di dunia usaha/pemerintahan, kegiatan proyek di desa (KKN), pertukaran mahasiswa, kegiatan wirausaha, proyek independen, dan proyek kemanusiaan,” papar Prof. Rina.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X