Gunakan Standar PISA, Cendekia Harapan Siap Gelar Asesmen Kompetensi dan Survei Karakter

Kompas.com - 29/02/2020, 21:06 WIB
Audiensi Tim Cendekia Harapan dengan Disdikpora Kabupaten Badung terkait dengan Pelaksanaan AKM dan SK (26/02/2020) DOK. CENDIKIA HARAPAN BALIAudiensi Tim Cendekia Harapan dengan Disdikpora Kabupaten Badung terkait dengan Pelaksanaan AKM dan SK (26/02/2020)

KOMPAS.com - Melalui Merdeka Belajar, Mendikbud Nadiem mendorong sekolah melaksanakan  Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter sebagai pengganti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2020.

Merespon kebijakan Mendikbud ini, Sekolah Dasar Cendekia Harapan, Bali menyatakan kesiapan pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter dan telah melaksanakan simulasinya di Badung, Bali, Jumat (28/02/2020).

“Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang telah dipersiapkan SD Cendekia Harapan diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu dasar pemetaan mutu pendidikan di Kabupaten Badung dan Provinsi Bali,” kata Kepala SD Cendekia Harapan Lidia Sandra melalui rilis resmi.

Memenuhi standar PISA dan TIMSS

Terkait kesiapan, SD Cendekia Harapan pada Desember 2019 telah mengirimkan Surat Pernyataan Kesiapan dengan melampirkan prototipe soal, kunci jawaban, serta POS Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter kepada Mendikbud serta tembusan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali dan Kabupaten Badung.

Baca juga: Di Era Merdeka Belajar, 6 Hal Ini Perkuat Kelompok Kerja dan Musyawarah Guru

SD Cendekia Harapan pun telah menginisiasi gerakan Siap Merdeka Belajar di Kabupaten Badung serta telah mengadakan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Badung pada Rabu (26/02/2020) dalam rangka persiapan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter di SD Cendekia Harapan.

“Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter di SD Cendekia Harapan tahun ini disusun sepenuhnya oleh guru mengacu pada Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019. Bahkan SD Cendekia Harapan telah membuat Asesmen Kompetensi yang memenuhi standar PISA dan TIMSS yang dirujuk Kemendikbud," tegas Lidia.

Hal ini membuktikan bahwa guru-guru Indonesia sangat kompeten dalam membuat perangkat asesmen. Dengan asesmen sejenis pula, ia berharap sekolahnya akan dapat mengantarkan para lulusan untuk diterima di berbagai universitas luar negeri.

Lidia menambahkan, "Jenis asesmen yang diberikan adalah asesmen yang sehari-hari digunakan selama ini dalam membentuk kemampuan kognitif dan karakter siswa di SD Cendekia Harapan, namun belum terfasilitasi sebelum adanya kebijakan Merdeka Belajar.”

Peran serta orangtua dan pemda

Lebih lanjut, Juwaria Muqtadir, Kepala Bagian Asesmen dan Evaluasi Hasil Belajar SD Cendekia Harapan menyatakan peran serta orangtua murid dan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung beserta jajarannya dalam mendukung pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter di SD Cendekia Harapan sangat kuat.

Berdasarkan rilis resmi Kemendikbud yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019 dan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nomor 1 Tahun 2020, penyelenggaraan Ujian Sekolah diatur sepenuhnya oleh sekolah sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X