"Es Krim Tanpa Kulkas", Gambaran Guru Penggerak di Kelas Merdeka Belajar

Kompas.com - 27/02/2020, 21:13 WIB
Mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) Universitas Jambi sedang melakukan percobaan menemukan cara membuat es krim tanpa menggunakan kulkas. Pembelajaran ini relevan dengan merdeka belajar dengan mendorong mahasiswa memecahkan masalah dan membuat inovasi. DOK. TANOTO FOUNDATIONMahasiswa pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) Universitas Jambi sedang melakukan percobaan menemukan cara membuat es krim tanpa menggunakan kulkas. Pembelajaran ini relevan dengan merdeka belajar dengan mendorong mahasiswa memecahkan masalah dan membuat inovasi.

KOMPAS.com - Mendikbud Nadiem Makarim mengagas Merdeka Belajar di mana pembelajaran diharapkan mampu mendorong siswa belajar dengan antusias dan menyenangkan. Mau tidak mau, guru penggerak menjadi "motor penggerak" dari gerakan ini.

" Guru Penggerak" diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran inovatif ke dalam kelas sehingga metode belajar siswa tidak melulu mencatat dan menghafal.

Inilah yang kemudian mendorong Issaura Sherly Pamela, dosen PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) Universitas Jambi, mengajak mahasiswanya, para calon guru, berpraktik pada perkuliahan konsep dasar IPA. Ia melakukan percobaan perubahan wujud benda dari benda cair menjadi benda padat.

Konsep mapel dalam kehidupan nyata

Baca juga: 7 Catatan PGRI soal Merdeka Belajar dan Guru Penggerak Mendikbud Nadiem

“Saya memfasilitasi mahasiswa calon guru SD untuk praktik menemukan cara membuat es krim tanpa kulkas. Kegiatan ini juga untuk mendekatkan mahasiswa dengan penerapan konsep dasar IPA dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sherly menceritakan perkuliahan yang dia ampu (24/2/2020).

Percobaan pembuatan es krim merupakan bentuk perubahan wujud dari cair ke padat. Sherly menggunakan alat dan bahan sederhana seperti susu cair, es batu, gula, dan garam. Alat yang dipakai yaitu sendok, mangkok, kantong plastik besar dan kecil, serta karet gelang.

“Tujuan perkuliahan ini mahasiswa mampu menganalisis pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda tentang membeku dan mencair dalam kehidupan sehari-hari,” katanya lagi.

Sherly yang juga fasilitator pembelajaran Program PINTAR Tanoto Foundation, menyebut menerapkan pendekatan MIKiR atau mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi dalam perkuliahan ini.

Ajak mahasiswa lebih banyak praktik

Untuk memberi pengetahuan awal mahasiswa, mereka diajak menonton video tentang perubahan wujud benda. Sambil menonton, mereka juga ditugaskan membuat pertanyaan yang terkait dengan perubahan wujud benda dalam video.

Dalam pembuatan gula aren dibutuhkan bahan bakar berupa kayu bakar untuk memasak nira. Jenis perubahan wujud apa yang terjadi pada kayu bakar yang berubah menjadi abu? Jelaskan jenis perubahan wujud yang terjadi pada pemasakan nira?

Demikian beberapa pertanyaan yang dibuat mahasiswa. Pertanyaan tersebut disimpan dulu, yang nanti akan dijawab oleh teman-temannya setelah melakukan percobaan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X