Kompas.com - 01/03/2020, 08:40 WIB

Jujur saja, saya sedikit ragu soal ini. Saya merasa kita memang sedang ‘mempelajari sesuatu’ tapi entah apa itu. Tampak semua sibuk mempelajari sesuatu, tetapi saya tak melihat ada suatu terobosan baru yang sangat oke, kelihatan hasil positifnya.

Kita tak boleh menjadi bangsa yang berhenti pada status ‘problem solver’. Kita harus lebih daripada itu, bangsa pembelajar yang bahkan memiliki solusi saat masalah belum tiba di depan pintu rumah kita.

Pemerintahan datang silih berganti, tetapi peta jalan (road-map) pembelajaran nasional sebagai bangsa besar harus jadi tongkat estafet yang diteruskan dari pemimpin ke pemimpin.

Bukan soal apa yang sekolah-sekolah atau kampus-kampus sudah ajarkan kepada para siswa dan mahasiswa, tetapi apa yang keluarga-keluarga – yang difasilitasi oleh pemerintah – telah siapkan bagi anak-anak mereka untuk memenangkan kehidupan apapun masalah yang akan mereka hadapi kelak.

Tahukah anda, Singapura yang penduduknya tak lebih dari tujuh juta jiwa, dan China yang memiliki semilyar lebih penduduk, kedua-duanya bahkan relatif sama siapnya saat industri dan bisnis diambil alih oleh robot-robot dalam program otomasi menyeluruh.

Mereka sudah menyiapkan transformasi human-worker seperti apa yang akan menjadi ‘mitra kerja’ robot-robot itu di masa mendatang.

Dan lihatlah kita di sini, nyaris selalu mulai dari NOL setiap kali kita berhadapan dengan masalah-masalah yang lucunya sudah sangat rutin menimpa kita. Jadi, kita ini sebenarnya sudah belajar apa?

Mari kita renungkan bersama-sama kata-kata penutup dalam pidato President Elizabeth Lanford berikut, “On this day in 1996 the world escaped the clutches of extinction. But in their sacrifice we found the technology to build a stronger and safer Earth, because our survival is only possible when we stand together.” …

BECAUSE OUR SURVIVAL IS ONLY POSSIBLE WHEN WE STAND (and learn) TOGETHER ….

Semper Fi!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.