Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

Sekolah Inklusi, Jangan Ada Bullying di antara Kita...

Kompas.com - 02/03/2020, 18:55 WIB

Memanusiakan dengan keteladanan

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi anak atau siswa yang telah memperlakukan teman dengan baik atau menolong yang membutuhkan, guru bisa berikan motivasi berupa pujian dan pengakuan bahwa apa yang dilakukan adalah sikap yang baik dan perlu diteladani.

Apresiasi tersebut dapat juga diberikan dalam bentuk sentuhan-sentuhan positif, misalnya pelukan, usapan di kepala, acungan jempol ataupun toss.

Pastikan kita sebagai guru juga tidak melakukan perundungan khususnya gunakan bahasa yang baik dan positif. Karena dengan bahasa yang positif bisa menumbuhkan kebahagian , kepercayaan diri anak-anak kita saat mereka datang kesekolah.

Disinilah salah satu peran guru dalam memanusiakan manusia dengan keteladanan.

Selain itu,sebagai guru kita seyogyanya bisa memberikan ruang dan waktu saat menemukan anak didik kita terlihat murung, pendiam dan mengalami perubahan sikap yang tidak biasa.

Jadilah sahabat terbaik mereka tanpa mengurangi kewibawaan kita sebagai seorang guru. Karena dengan komunikasi ini, sedikit banyaknya mengurangi dan mencegah perundungan yang lebih parah terjadi.

Peran orangtua dan teman kelas

Nufaidah, Guru SDN 131/IV Kota Jambi yang menjadi Sekolah Mitra Program PINTAR Tanoto FoundationDOK. TANOTO FOUNDATION Nufaidah, Guru SDN 131/IV Kota Jambi yang menjadi Sekolah Mitra Program PINTAR Tanoto Foundation

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlepas dari itu semua, peran orangtua tidak kalah penting dalam mencegah terjadinya perundungan ini.

Kerjasama yang berkesinambungan antara guru dan orangtua murid bisa di lakukan dengan membentuk paguyuban/grup online ditiap kelas,sebagai wadah sharing maupun menyampaikan informasi-informasi penting seputar kegiatan pendidikan .

Dari penerapan langkah-langkah mencegah bully di atas, dampaknya sekarang di kelas berkurang aduan-aduan dari orangtua atau shadow (guru pendamping ABK) tentang anaknya yang berkebutuhan khusus dibully.

Juga saat pembelajaran berlangsung, jika ada di antara teman yang saling mengejek, teman lain justru mengingatkan bahwa mengejek bukanlah perbuatan baik.

Penulis: Nufaidah, Guru SDN 131/IV Kota Jambi yang menjadi Sekolah Mitra Program PINTAR Tanoto Foundation

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.