Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

Sekolah Inklusi, Jangan Ada Bullying di antara Kita...

Kompas.com - 02/03/2020, 18:55 WIB
Kegiatan yang memfasilitasi siswa bekerja sama dalam kelompok kecil untuk saling mendukung dan membaurkan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan anak-anak normal atau nonABK, dapat meningkatkan interaksi dan melatih siswa saling membantu sehingga menghindari terjadinya bullying di sekolah. DOK. TANOTO FOUNDATIONKegiatan yang memfasilitasi siswa bekerja sama dalam kelompok kecil untuk saling mendukung dan membaurkan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan anak-anak normal atau nonABK, dapat meningkatkan interaksi dan melatih siswa saling membantu sehingga menghindari terjadinya bullying di sekolah.

Menurut pakar psikolog Elly Risman, ada enam bentuk bullying atau perundungan yang salah satunya adalah school bullying atau dengan kata lain perundungan yang terjadi di sekolah ataupun di luar sekolah.

Perilaku perundungan melibatkan kekuatan dan kekuasaan yang tidak seimbang sehingga korbannya berada dalam keadaan tidak berdaya. Pelakunya bisa saja dari teman sekelas, kakak kelas dan bahkan secara berkelompok.

Perundungan atau bully ini terjadi karena adanya pihak yang lemah, yang memberikan peluang besar bagi pihak pembully untuk melakukan aksinya. Pembully sebagian besar adalah pribadi yang sebenarnya korban perundungan itu sendiri.

Perundungan yang dilakukannya terhadap orang lain adalah bentuk pelampiasan dari kekecewaan dirinya sendiri dari rasa ketakutan, ketidakberdayaan, keputusasaan dan kekecewaan atas perundungan yang dirasakannya.

Bisa oleh siapa saja dan di mana saja

Perundungannya pun bisa saja tanpa kita sadari terjadi dalam keluarga atau bahkan dari gurunya di sekolah, baik berupa perundungan fisik ataupun perundungan verbal.

Perundungan verbal adalah intimidasi yang melibatkan kata-kata, baik secara tertulis atau terucap. Perundungan secara verbal meliputi menggoda, memanggil nama yang tidak pantas, mengejek, menghina, dan mengancam.

Sebagai orangtua dan guru terkadang tanpa sadar telah melakukan bullying ini, sebagai contoh pelabelan anak “ kamu bodoh, kamu malas, tukang tidur, tukang bolos”. Semoga kita sebagai orangtua di rumah maupun disekolah tidak melakukan ini terhadap anak-anak generasi penerus bangsa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perundungan ini bisa terjadi di sekolah mana saja, terlebih sekolah inklusif dimana anak-anak berkebutuhan khusus dibaur dengan anak-anak normal.

Sebagai guru dan orangtua kita tentu menginginkan kasus-kasus perundungan ini semakin sering terjadi.

Pembauran untuk mencintai perbedaan

Langkah awal mencegah perundungan adalah tanamkan pada diri anak-anak kita bahwa kita dilahirkan dengan bakat dan keahlian masing-masing, baik yang lahir sempurna ataupun yang dilahirkan dengan keterbatasan.

Siswa perlu diajak sepatutnya untuk saling menghargai ,menghormati dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Penerapan di sekolah atau di kelas bisa dilakukan saat kegiatan diskusi atau bekerja sama, yaitu membaurkan anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal lainnya dalam kelompok, juga lebih memberikan kegiatan–kegiatan yang sering melibatkan interaksi mereka dalam kekompakan kelompok .

Baca juga: Soal Bullying, Mendikbud Nadiem: Itu Luar Biasa Menyedihkan

Di awal-awal kegiatan pasti akan menimbulkan kendala, mulai dari teman-teman dalam kelompoknya yang biasanya tidak terima di satukan dengan anak berkebutuhan khusus atau tidak memberi tugas dengan alasan nanti hasil kerja kelompoknya dapat nilai yang tidak bagus.

Disini guru harus menekankan kepada semua siswa bahwa semua orang ingin diperlakukan dan diterima dengan baik dengan tidak memandang keterbatasan kemampuan dan fisik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.