Kompas.com - 11/03/2020, 17:58 WIB
Siswa SD Negeri Kebon Manggis 08 Pagi mengikuti sosialisasi cara mencuci tangan yang diinisiasi BLEMBA 25 mahasiswa pascasarjana Institut Teknologi Bandung dan Sinergi Foundation, Sabtu (7/3/3020). Selain sosialisasi kesehatan dan sanitasi, termasuk cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar serta pemilahan sampah, juga menggelar kelas inspirasi yang memberi motivasi dan sejumlah pelatihan bagi guru dan murid. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSiswa SD Negeri Kebon Manggis 08 Pagi mengikuti sosialisasi cara mencuci tangan yang diinisiasi BLEMBA 25 mahasiswa pascasarjana Institut Teknologi Bandung dan Sinergi Foundation, Sabtu (7/3/3020). Selain sosialisasi kesehatan dan sanitasi, termasuk cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar serta pemilahan sampah, juga menggelar kelas inspirasi yang memberi motivasi dan sejumlah pelatihan bagi guru dan murid.

"Sebab tidak lagi harus mendatangkan dari tempat lain namun bisa memanfaatkan relawan setempat yang ada di kabupaten tersebut," imbuhnya.

Skema dalam memilih kabupaten, lanjut Praptono diserahkan pada Organisasi Penggerak. Namun, program ini diproyeksikan untuk mempercepat kemajuan pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) maupun daerah yang sulit secara geografis.

Dalam pelaksanaannya, Organisasi Penggerak akan bekerja sama dan dipantau oleh dinas pendidikan yang ada di kawasan tersebut.

Bukan pengganti guru

Plt. Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana, mengatakan Organisasi Penggerak harus memiliki program untuk meningkatkan kualitas guru dalam aspek literasi, numerasi dan karakter.

"Tingkat literasi, numerasi, karakter yang baik akan membuat guru mampu menjadi pengajar dan pengamat sesuai dengan tingkat perkembangan anak," tutur Ade.

Sehingga, Organisasi Penggerak ataupun relawan bukanlah pengganti guru. Justru menjadi kasalitator untuk membuat gairah mengajar guru menjadi lebih besar.

Pendaftaran dan seleksi

Organisasi kemasyarakatan maupun relawan dapat membuat proposal program sesuai informasi di laman Kemendikbud.

Baca juga: Belum Ada Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru dan Kurikulum, Ini Alasan Nadiem

Pendaftaran masih dibuka hingga 16 April 2020 yang kemudian akan diseleksi dan diverifikasi oleh Tim Pakar Independen dengan skema:

1. Seleksi: Calon Organisasi Penggerak akan mengirimkan proposal yang kemudian akan dievaluasi. Evaluasi meliputi rekam jejak organisasi, potensi dampak, dan efektivitas biaya. Tim evaluasi dari kalangan independen dan berintegritas tinggi.

2. Implementasi: Organisasi yang terpilih menyelenggarakan program pelatihan pilot selama dua tahun ajaran (Agustus 2020 s/d Mei 2022) dan Kemendikbud akan melakukan pemantauan dan evaluasi.

3. Integrasi: Model dan praktik baik dengan perfoma terbaik akan diidentifikasi untuk selanjutnya diintegrasikan dengan program transformasi guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya di Kemendikbud.

Pendaftaran Organisasi Penggerak dapat dilakukan di laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.