Buku yang Dapat Mengurai Sistem Berpikir Kita

Kompas.com - 22/03/2020, 19:59 WIB
Buku Thinking, Fast an Slow karya Daniel Kahneman. Buku lain yang dapat membantu mengurai cara berpikir kita adalah dua karya Rolf Dobelli: The Art of Thinking Clearly dan The Art of the Good Life serta Batas Nalar. DOK. KPGBuku Thinking, Fast an Slow karya Daniel Kahneman. Buku lain yang dapat membantu mengurai cara berpikir kita adalah dua karya Rolf Dobelli: The Art of Thinking Clearly dan The Art of the Good Life serta Batas Nalar.

KOMPAS.com - Pada 2002, Daniel Kahneman dianugerahi Nobel Ekonomi atas jasanya melakukan integrasi wawasan dari penelitian psikologi ke dalam ilmu ekonomi, terutama berkaitan dengan pendapat manusia dan pengambilan keputusan di bawah ketidakpastian.

Ia merupakan psikolog pertama, sejauh ini juga satu-satunya, yang mendapatkan anugerah Nobel Ekonomi.

Penghargaan yang diperoleh Kahneman tidak luput karena keterlibatan Amos Tversky yang meninggal pada 1996. Karenanya, penghargaan Kahneman terhadap Tversky begitu kentara dalam buku "Thinking, Fast and Slow", yang pertama kali terbit pada 2011.

Versi terjemahan bahasa Indonesia buku tersebut terbit dua tahun kemudian. Pada halaman persembahan tertulis: “Mengenang Amos Tversky”.

Kahneman secara jujur mengaku berutang pada Tversky. Gagasan-gagasan inti bukunya, tulis Kahneman dalam pendahuluan, “berasal dari satu hari mujur pada 1969 ketika saya meminta seorang kolega menjadi pembicara tamu di kelas yang saya ampu di Fakultas Psikologi, Universitas Ibrani Yerusalem.”

Kolega yang Kahneman maksud adalah Amos Tversky.

Baca juga: Science Underground: Waspada Jebakan Berpikir di Tengah Wabah Korona

"Berpikir cepat" dan "berpikir lambat"

Sesuai judulnya, "Thinking, Fast and Slow" mengurai dua sistem berpikir kita yang secara sederhana bisa disebut sebagai “berpikir cepat” dan “berpikir lambat”.

Kita dapat begitu cepat menyimpulkan seseorang sedang marah atau sedih sekadar dengan melihat wajah atau merasakan getaran suaranya.

Namun, untuk hal-hal lebih kompleks dan rumit, atau setidaknya tidak bisa dijelaskan atau diputuskan sepintas lalu, kita mengandalkan berpikir lambat, yang penuh perenungan dan pertimbangan.

Dalam bukunya, Kahneman menyebut kita berpikir dengan dua sistem. Kahneman menulis, “Sistem 1 beroperasi secara otomatis dan cepat, dengan sedikit atau tanpa usaha dan tanpa ada perasaan sengaja dikendalikan."

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X