Kompas.com - 25/03/2020, 21:02 WIB
Para guru di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memanfaatkan pembelajaran online dengan steaming  Youtube untuk mendampingi siswa belajar di rumah. Walaupun baru diluncurkan lebih dari 1.400 siswa mengikuti pembelajaran online  dengan didampingi guru secara online dan orangtuanya di rumah. DOK. TANOTO FOUNDATIONPara guru di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memanfaatkan pembelajaran online dengan steaming Youtube untuk mendampingi siswa belajar di rumah. Walaupun baru diluncurkan lebih dari 1.400 siswa mengikuti pembelajaran online dengan didampingi guru secara online dan orangtuanya di rumah.

Dona Yulia Sari, Duta Rumah Belajar Jambi mengatakan, program ini untuk memberikan materi secara langsung kepada siswa yang belajar di rumah.

"Rumah Belajar menyediakan pembelajaran yang bisa diakses siswa belajar dari rumah dengan didampingi guru, orangtua, maupun secara mandiri,’’ katanya.

Belajar interaktif di kolom komentar YouTube

Di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memanfaatkan fasilitas streaming YouTube saluran Kukar Pintar untuk memperkaya materi siswa belajar dari rumah.

Dipilihnya YouTube karena hanya dengan menautkan link siswa bisa mengikuti pembelajaran.

Setiap harinya ada tiga sesi pembelajaran untuk jenjang SD dan SMP selama 90 menit. Setiap guru menyampaikan materi maksimal 20 menit. Selebihnya pemberian penugasan dan berinteraksi dengan peserta melalui kolom komentar.

Baca juga: Bila Belajar di Rumah Diperpanjang, Nadiem: Tak Harus Online dan Akademis

“Hari pertama tadi ada 1.475 siswa dan guru yang menonton kegiatan pembelajaran streaming YouTube tentang perkembangbiakkan tumbuhan,” kata Sasha Ariyanto, guru SDN 027 Tenggarong Seberang, yang juga fasilitator Program Pintar Tanoto Foundation.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan streaming YouTube, menurut Sasha memang pembelajarannya monolog. Untuk menyiasatinya mereka membentuk tim terdiri dari tiga guru yang mendorong interaksi siswa melalui kolom komentar.

"Kami juga memanfaatkan konten-konten yang ada di Rumah Belajar. Siswa diajak interaktif untuk melihat video perkembangbiakkan tumbuhan dan penugasannya," kata Sasha.

Untuk mendukung pembelajaran online ini, Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, menyebut di wilayahnya sudah tidak ada lagi blind spot. Memang ada beberapa titik kecamatan yang sinyal internet masih naik turun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.