Kompas.com - 20/04/2020, 10:01 WIB
Acara PINtalk Online: Memaksimalkan Peran Orang Tua dalam Mendampingi Produktivitas Anak dan Keluarga yang diadakan oleh Platfom Pinjaman Dana Pendidikan Pintek, Kamis (16/4/2020). Dok. PintekAcara PINtalk Online: Memaksimalkan Peran Orang Tua dalam Mendampingi Produktivitas Anak dan Keluarga yang diadakan oleh Platfom Pinjaman Dana Pendidikan Pintek, Kamis (16/4/2020).

KOMPAS.com - Bila di kelas ada anak yang sama-sama mendapatkan nilai 9, belum tentu soal yang benar atau salah tiap-tiap anak seragam.

Anak yang satu bisa saja lebih andal dalam menjawab soal A, sedangkan anak lain mungkin lebih andal menjawab soal lain atau mata pelajaran lainnya.

Praktisi pendidikan sekaligus pendiri Kampus Guru Cikal Najelaa Shihab mengatakan, nilai terkadang bisa menjadi "feedback" atau umpan balik yang salah untuk mengukur hasil belajar anak.

Menurutnya, mendapat nilai tinggi tidak termasuk dalam 9 kompetensi yang dibutuhkan anak di masa depan, melainkan mandiri dalam belajar, refleksi dalam proses belajar hingga kemampuan berkomunikasi.

Baca juga: Anak Sulit Pakai Masker dan Cuci Tangan? Pakai Tips dari Najelaa Ini

"Ada anak yang dapat nilai 10, ada yang dapat 5, apakah itu berarti anak yang dapat 10 dua kali lebih pintar dari anak yang dapat nilai 5? Tidak begitu, harus dilihat secara detail dan spesifik," papar Najelaa dalam konferensi daring "PINtalk Online: Memaksimalkan Peran Orang Tua dalam Mendampingi Produktivitas Anak dan Keluarga" yang diadakan oleh Platform Pinjaman Dana Pendidikan Pintek, Kamis (16/4/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Umpan balik, lanjut Najelaa, merupakan satu dan sejumlah poin penting yang memengaruhi kegiatan belajar anak, terlebih saat anak belajar di rumah terkait pandemi Covid-19 ini.

"Salah satu faktor yang mempengaruhi belajar adalah umpan baliknya, bukan nilainya. Jadi kita jangan mencampur aduk nilai dengan umpan balik," imbuh Najelaa.

Najelaa mengatakan, anak selalu membutuhkan umpan balik yang berkelanjutan untuk bisa mencapai kompetensi sebagai tujuan utama pendidikan.

Baca juga: Beasiswa Pertamina Foundation bagi Mahasiswa S1/D3 Terdampak Covid-19

Umpan balik sangat penting untuk mempengaruhi "performance" atau kinerja apapun, mulai dari belajar hingga dunia kerja, menjadi sesuatu yang berharga.

"Jangan sampai hanya menyuruh anak mengerjakan tugas tetapi dalam prosesnya, revisi dan koreksinya tidak diberikan. Ini pesan yang sama juga untuk guru-guru," imbuh dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.