5 Bentuk Pujian yang Membuat Anak Semangat Belajar

Kompas.com - 01/05/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Karena cinta yang begitu besar kepada anak, sering kali orangtua lebih fokus untuk memperbaiki kesalahan anak, ketimbang memujinya.

Misalnya, saat anak melakukan aktivitas mewarnai. Tanpa sadar orangtua berkata "Kok, warnanya enggak rata gitu?" atau "Kenapa keluar garis?"

Padahal, selain dari kesalahan, anak juga belajar dari apresiasi atau pujian atas kegiatan yang dilakukannya.

Merangkum Keluarga Kita, platform parenting yang dibentuk oleh praktisi pendidikan Najelaa Shihab, membiasakan komunikasi positif lewat pujian sederhana akan meningkatkan kualitas hubungan orangtua dengan anak.

Baca juga: Orangtua Beri Iming-iming Agar Anak Mau Belajar, Bolehkah?

Pujian yang bermakna juga mampu meningkatkan rasa percaya diri anak dalam melakukan atau belajar sesuatu.

Untuk bisa menjadikan pujian lebih bermakna, orangtua juga butuh latihan.

Hindari pujian yang sekadarnya agar anak terhindar dari haus pujian tanpa makna.

Berikut bentuk pujian tepat agar anak lebih termotivasi untuk belajar dan memperbaiki diri, merangkum laman Keluarga Kita.

1. Fokus pada kepuasan diri anak

Iringi pujian dengan gambaran kepuasan yang akan anak dapat setelah ia melakukan kewajiban belajar, misalnya:

"Wah, senangnya sudah selesai 2 dari 3 tugas. Yuk, sedikit lagi. Kalau sudah selesai, lega rasanya, ya!"

Baca juga: Agar Anak Kompeten, Najelaa: Beri Anak Umpan Balik, Bukan Nilai

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X