Guru Besar UB: Jamu Optimalkan Sistem Imun untuk Cegah Corona

Kompas.com - 11/05/2020, 06:15 WIB
Nampak warga sementara mengambil jamu gratis yang dipercaya berkhasiat mencegah corona di Jalan Sentul, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu (15/4/2020). KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWINampak warga sementara mengambil jamu gratis yang dipercaya berkhasiat mencegah corona di Jalan Sentul, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu (15/4/2020).
|

KOMPAS.com - Sampai saat ini, virus corona atau Covid-19 belum ada obatnya. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah.

Tujuannya agar virus corona tidak semakin menyebar luas. Disamping itu, masyarakat juga harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Salah satunya dengan menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat. Tak heran jika bahan tradisional kini banyak digunakan masyarakat untuk dikonsumsi.

Baca juga: Profesor UB: Gunakan Strategi Tidak Bosan untuk Tingkatkan Imun

Seperti halnya jamu. Jamu memiliki komponen bioaktif yang dapat membuat sistem imun dalam tubuh bekerja optimal, sehingga bisa terhindar dari Covid-19.

"Ketika seseorang terkena Covid-19 akut, pada dasarnya dikarenakan terjadi badai inflamasi dalam tubuh," ujar Guru Besar Bidang Biologi Sel dan Molekuler Universitas Brawijaya ( UB) Prof. Drs. Sutiman B Sumitro, SU, DSc seperti dikutip dari laman UB, Sabtu (9/5/2020).

Badai inflamasi tak terkontrol

Menurutnya, badai inflamasi ditandai dengan produksi radikal bebas yang sangat berlebihan dan tidak terkendalikan.

Pada kasus badai inflamasi, produksi radikal bebas terjadi terus menerus dapat sampai tingkat parah karena tidak mengenal kontrol.

Hal ini beriringan dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh. "Untuk itu diperlukan perbaikan manajemen radikal bebas agar sistem imun dapat bekerja normal," katanya.

Jamu mengandung logam transisional

Dikatakan, di dalam jamu terdapat peran Low Molecular Weight Anti Oxydant (LMWA), yaitu komplek senyawa organik mengandung logam transisional.

Untuk ukurannya puluhan nano meter yang memiliki kemampuan sebagai scavenger atau peluruh radikal bebas. Komplek ini dapat bertindak sebagai peluruh radikal tanpa menjadi radikal.

LMWA pada jamu yang memiliki ukuran puluhan nano meter ini dapat dimanfaatkan dalam pengendalian produksi radikal bebas.

Dapat dikembangkan tanggulangi corona

Sehingga dapat menurunkan level radikal bebas ke jenjang fisiologi normal agar sistem kekebalan tubuh dapat bekerja optimal.

Jamu yang memiliki perspektif holistik dapat didayagunakan untuk penyelesaian masalah kesehatan nasional.

Baca juga: Ini 3 Kontribusi UB Mengentaskan Kemiskinan, hingga Raih Peringkat 73 Dunia

"Dengan perspektif nano sains, harapannya dapat dikembangkan teknologi untuk menanggulangi masalah epidemi Covid-19 dengan basis sumberdaya lokal," tegasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X