Siapkah Indonesia Membuka Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah?

Kompas.com - 29/05/2020, 07:00 WIB
Siswi SD (Sekolah Dasar) belajar menggunakan sistem daring (online) di Jakarta Timur, Kamis (19/3/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus mengembangkan sistem pembelajaran secara daring (dalam jaringan) untuk menekan tingkat penyebaran wabah COVID-19 yang kian masif di Indonesia. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHSiswi SD (Sekolah Dasar) belajar menggunakan sistem daring (online) di Jakarta Timur, Kamis (19/3/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus mengembangkan sistem pembelajaran secara daring (dalam jaringan) untuk menekan tingkat penyebaran wabah COVID-19 yang kian masif di Indonesia.

Water Sanitation Hygiene and Early Child Development Advisor dari Yayasan Plan International Indonesia, Silvia Devina mengatakan infrastruktur penunjang higienitas di sekolah-sekolah di Indonesia masih belum siap.

Ia menilai sekolah-sekolah di Indonesia masih harus menyiapkan fasilitas higienitas dan pemahaman terkait higinietas serta Covid-19.

"Karena selain fasilitas yang harus disiapkan, pemahaman guru, orangtua, anak2 perlu disiapkan dulu, sebelum memulai/membuka sekolah," kata Silvia dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Pemerintah pusat maupun daerah mesti mensosialisikan cara mencuci tangan yang benar dan memahami waktu kritis untuk cuci tangan pakai sabun (CPTS) yaitu sebelum makan, setelah buang air besar, dan cuci tangan sesering mungkin.

"Yang perlu diperhatikan ialah memastikan bahwa sekolah sudah siap menjalankan protokol COVID-19," tambah Silvia.

Baca juga: 5 Poin SE Disdik DKI Jakarta Terkait PPDB 2020 Sekolah Swasta

Di sisi lain, data kasus Covid-19 pada anak-anak yakni pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 3.324 kasus, 129 anak berstatus PDP meninggal dunia, 584 kasus anak terkonfirmasi positif Covid-19, dan 14 anak meninggal akibat Covid-19. 

Data tersebut merupakan angka yang didapat dari upaya deteksi kasus Covid-19 pada anak yang dilakukan IDAI hingga 18 Mei 2020.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengatakan IDAI meminta pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan dan melakukan tindakan berdasarkan kepentingan terbaik bagi kesehatan dan kesejahteraan anak.

Keputusan untuk membuka sekolah untuk kegiatan belajar mengajar perlu pertimbangan yang sangat matang. Anak-anak tak boleh menjadi korban kebijakan pemerintah yang terburu-buru untuk membuka sekolah.

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X