Pembelajaran Daring dan Biaya Jadi Tantangan Pendidikan Tinggi Pascapandemi

Kompas.com - 13/06/2020, 11:42 WIB
Halal bihalal Universitas Terbuka (9/6/2020) mengangkat tema ?Islam Rahmatan Lil?alamin Perekat Persatuan dan Kebersamaan?. DOK. UTHalal bihalal Universitas Terbuka (9/6/2020) mengangkat tema ?Islam Rahmatan Lil?alamin Perekat Persatuan dan Kebersamaan?.

Namun ia menegaskan, pengaplikasian teknologi sebagai strategi pembelajaran menjadi sebuah keniscayaan memasuki era new normal pendidikan tinggi.

"Seulurh perguruan tinggi harus menempatkan pembelajaran online menjadi strategi capaian mereka. Kalau tidak mereka akan tergilas. Mereka harus menyisihkan anggaran masuk dalam  pengembangan online learning," tambahnya.

Selain itu, selain penyiapan infrastruktur pembelajaran online, pihak perguruan tinggi perlu juga melakukan penguatan kompetensi dosen agar dapat melakukan melakukan pengajaran secara daring secara maksimal.

Baca juga: Ini Universitas Swasta Terbaik Indonesia Versi 4ICU

" Mahasiswa juga perlu diedukasi, dilatih dan dibekali sehingga mampu memanfaatkan teknologi. Jangan sampai mahasiswa masih gagap teknologi. Semua harus dibangun sehingga tidak gagap masuk era new normal," jelas Prof. Ojat.

Sinergi antarperguruan tinggi

Lebih jauh ia mengemukakan, pandemi corona menjadi kesempatan bagi seluruh perguruan tinggi untuk bersinergi bersama untuk keluar dari krisis dengan baik. "Antarperguruan tinggi harus mitra mencari solusi," ujarnya.

Ia menyampaikan, pihaknya memberikan bantuan Learning Manajemen System (LMS) bagi perguruan tinggi negeri maupun swasta yang belum memiliki sehingga dapat melakukan pembelajaran online dengan baik.

"Selain itu UT juga memberikan bahan ajar, termasuk bagi dosen dan mahasiswa yang dapat dimanfaatkan secara gratis untuk mendukung kurikulum masing-masing. Setidaknya ada 1.300 bahan mata kuliah yang dapat diakses secara gratis untuk satu semester," jelasnya.

Dalam kesempatan halal bihalal dilakukan UT (9/6/2020) mengangkat tema “Islam Rahmatan Lil’alamin Perekat Persatuan dan Kebersamaan”, Prof. Ojat menyampaikan UT yang sudah memiliki pengalaman selama 35 tahun dalam memberikan layanan virtual, saat ini banyak dimanfaatkan juga oleh perguruan tinggi lain.

Baca juga: Daya Tampung 77 Prodi Universitas Brawijaya di SBMPTN 2020

Kepala Pusat Pengembangan Hubungan Internasional dan Kemitraan UT, Sri Sediyaningsih menambahkan sepanjang tahun 2019, UT telah memiliki sebanyak 160 mitra, dengan rincian 4 mitra internasional dan 156 mitra dalam negeri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X