Kompas.com - 06/07/2020, 22:12 WIB
Webinar Fakultas Kesehatan Universitas Fort De Kock dan Korps Wanita Indonesia (Kowani) pada 4 Juli 2020 mengangkat tema Emansipasi Wanita di Era Masyarakat 5.0. DOK. UNIVERSITAS FORT DE KOCKWebinar Fakultas Kesehatan Universitas Fort De Kock dan Korps Wanita Indonesia (Kowani) pada 4 Juli 2020 mengangkat tema Emansipasi Wanita di Era Masyarakat 5.0.

Mencapai tujuan itu, Giwo menyampaikan perlunya penguatan pendidikan holistik sehingga perempuan tidak hanya cerdas secara akademik namun juga memiliki kecerdasan kodrati, tradisi, sosial dan juga profesi.

Strategi belajar "Society 5.0"

Titi Savitri Prihatiningsih dari FK UGM menjelaskan Society 5.0 atau Masyarakat 5.0 ditandai dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI), mahadata (big data), dan jaringan 5G dan segalanya sesuatu masuk dalam aspek kehidupan berbasis internet atau yang disebut IoT.

Lebih jauh Titi menjelaskan strategi belajar menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan Generasi Emas memasuki Masyarakat 5.0.

"Strategi belajar yang penting salah satunya adalah kemampuan self regulation atau kemampuan disiplin, kemampuan mengendalikan emosional," ujar Titi.

Baca juga: Menakar Peluang Pembelajaran Daring Efektif Masuki Era New Normal Pendidikan

Titi melanjutkan, "ada beberapa kompenen di dalamnya; kemampuan mengolah informasi yang masuk, meta kognitif untuk merencanakan dan mengevaluasi kegiatan belajar, dan motivasi secara internal."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Titi menjelaskan manusia produktif adalah manusia yang proaktif. "Salah satunya adalah manusia yang bertangung jawab pada diri sendiri. Manusia produktif tidak menyalahkan situasi maupun keadaan dan memusatkan pada hal-hal yang dapat diperbaiki," jelasnya.

"Selain itu manusia produktif selalu mengutamakan win-win, kerja sama dan sikap kolaboratif. Tidak hanya memikirkan diri senidiri namun juga melakukan penyelesaian optimal untuk banyak pihak," ujarnya.

Membangun sukses sejak dini 

Dalam kesempatan sama, Evi Hasnita, Rektor Universitas Fort De Kock menjelaskan pentingnya membangun kesuksesan sejak dini.

Evi menyampaikan, "anak muda memiliki pola pikir out of the box dan karakter pantang menyerah." Menurutnya, anak muda juga dapat bekerja lebih fleksibel, memiliki fokus tinggi dan mudah beradaptasi.

Ia menjelaskan memulai belajar bisnis dan kepemimpinan sejak muda dapat memberikan kesempatan untuk membangun jaringan. Tidak hanya, keuntungan lain dapat diperoleh yakni; dapat belajar dari kesalahan, kesempatan lebih banyak menjadi profesional sekaligus dapat menjadi jaminan hari tua.

Baca juga: Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

"Jika seseorang memiliki jiwa entrepreneur, maka ia akan memiliki perilaku kreatif, inovatif dan menyukai perubahan," jelas Evi.

Untuk itu, Evi mengimbau orang muda menguasai beberapa soft skill yang dibutuhkan; keterampilan komunikasi, sikap tanggung jawab, pekerja keras, taat beribadah, berani bekerja keras, mampu berkolaborasi dan memiliki visi jauh ke depan.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.