Kompas.com - 07/09/2020, 07:15 WIB
Ilustrasi anak muda ThinkStock/ferlistockphotoIlustrasi anak muda

KOMPAS.com- Ancaman resesi ekonomi Indonesia mengemuka ketika pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 tercatat dibawah nol, di angka minus 5,32 persen.

Presiden Joko Widodo mengatakan jika pada kuartal III 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali minus, maka Indonesia akan mengalami resesi.

"Kalau kita masih berada pada posisi minus, artinya kita masuk ke resesi," kata Presiden Jokowi saat memberi pengarahan pada para gubernur lewat konferensi video dari Istana Kepresidenan, Bogor, seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (1/9/2020).

Hal ini membuat perguruan tinggi, melalui Dirjen Pendidikan Tinggi terpanggil untuk ikut turun tangan dalam melakukan akselerasi pemulihan ekonomi melalui berbagai program yang digulirkan.

"Oleh sebab itu, Mas Menteri (Mendikbud Nadiem Makarim) menyiapkan berbagai macam persiapan dengan membuat berbagai modul elektronik yang berhubungan dengan 6 sektor penggerak ekonomi menurut RJPMP," jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Paristiyanti Nurwardani kepada media di Jakarta (3/9/2020).

Paristiyanti menjelaskan sektor tersebut antara lain meliputi food processing, e-commerce, pariwisata, kesehatan, hingga peningkatan profesionalitas SDM ke luar negeri.

Baca juga: Lewat Kampus Merdeka, BI Dorong Upaya Ciptakan SDM Unggul Era Digital

400 ribu mahasiswa turun ke daerah

Lebih jauh Sekdit Dikti menjelaskan implementasi Kampus Merdeka, Merdeka Belajar diharapkan mampu menjadi mesin penggerak dari akselerasi pemulihan ekonomi.

"Kampus Merdeka-Merdeka Belajar akan turun untuk memenangkan melawan Covid dengan mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan menerjunkan 400 ribu mahasiswa untuk turun semua ke daerah, membangun daerahnya masing-masing," tegas Paristiyanti.

Lebih jauh Paris menyampaikan, "mahasiswa ini nantinya akan melakukan identifikasi masalah yang terjadi di daerah, mencari solusinya, (menemukan) produk jasa apa yang paling bagus untuk menjadikan daerah tersebut bangkit dari keterpurukan ekonomi."

Ia menegaskan pembalikan ekonomi dari minus menjadi positif tidak dapat dilakukan hanya dengan "ongkang-ongkang" kaki atau santai-santai saja. "Tidak ada yang memberi hadiah pada kita. Kecuali dengan bekerja keras," tegasnya.

Untuk itu, Paris mengatakan pihaknya tengah berupaya menyiapkan ekosistem ini. Ekosistem ini nantinya diharapkan akan mempertemukan antara pendidikan tinggi dan dunia usaha.

Ia mendorong pihaknya untuk terus melakukan kerja sama dengan banyak pihak, bukan saja dalam tataran MoU namun hingga implementasi.

"Ayo bangkitkan ekonomi Indonesia. Jangan menganggurkan dosen-dosen yang pintar dan mahasiswa. Turun semua ke lapangan, turun semua ke industri. Mari ciptakan pasar-pasar kerja dan usaha-usaha yang kreatif," ajak Sekdit Dikti.

Ia berharap gotong royong berbagai pihak dengan Kampus Merdeka-Merdeka Belajar akan mampu mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Membangun narasi bersama

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X