GSM: 3 Prinsip yang Terabaikan dalam Dunia Pendidikan Kita

Kompas.com - 16/09/2020, 15:42 WIB
Webinar pendampingan Gerakan Sekolah Menyenangkan untuk Kepala Sekolah SMA wilayah Pati, Kudus, dan Rembang, Jawa Tengah pada 16 September 2020. DOK. GSMWebinar pendampingan Gerakan Sekolah Menyenangkan untuk Kepala Sekolah SMA wilayah Pati, Kudus, dan Rembang, Jawa Tengah pada 16 September 2020.

KOMPAS.com - Dalam webinar pendampingan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) untuk Kepala Sekolah SMA wilayah Pati, Kudus, Rembang, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2020), pendiri GSM, Muhammad Rizal, mengungkapkan data bahwa ada sekitar 4,5 juta anak putus sekolah.

Jumlah tersebut terdiri atas usia SMA sebesar 2,45 juta; SMP 0,9 juta; dan SD sekitar 1,25 juta. 

Namun, Rizal menyampaikan, krisis putus sekolah ini hanyalah ujung dari "fenomena gunung es".

"Belum memperhitungkan anak-anak yang masih bersekolah, tapi tidak benar-benar bersekolah, tidak menikmatinya bersekolah, mereka yang tidak benar-benar mendapatkan manfaat dari bersekolah," ujarnya.

Rizal menegaskan, alasannya bukan karena Indonesia tidak mengeluarkan cukup banyak uang.

"Indonesia mengalokasikan lebih banyak uang sejak reformasi sebesar 20 persen APBN atau sebesar Rp 492,5 triliun di tahun 2019, di mana sekitar Rp 305 T dibagikan ke daerah, sisanya ke kementerian seperti Kemendikbud sekitar Rp 40 triliun," papar Rizal.

Baca juga: Kemendikbud: Dunia Pendidikan Harus Cegah Tindakan Kekerasan

Meski sudah ada ratusan inisiatif setiap tahun untuk mencoba memperbaiki sistem pendidikan, Rizal melihat semuanya masih berjalan ke arah yang salah.

Rizal kemudian menjelaskan tiga prinsip utama tentang bagaimana kehidupan manusia berkembang, di mana semuanya bertentangan dengan budaya pendidikan saat ini:

Prinsip 1: manusia unik

Ilustrasi siswa SDShutterstock Ilustrasi siswa SD

Prinsip pertama adalah bahwa manusia pada dasarnya berbeda-beda dan beragam. Rizal menjelaskan setiap anak yang lahir akan memiliki potensi, talenta dan keminatan berbeda satu sama lain.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X