GSM: 3 Prinsip yang Terabaikan dalam Dunia Pendidikan Kita

Kompas.com - 16/09/2020, 15:42 WIB
Ilustrasi siswa SD. Dok Disdikbud BulunganIlustrasi siswa SD.

"Meskipun lahir dari satu rahim, setiap anak akan memiliki bakat dan kegemaran yang berbeda. Apalagi murid dalam satu kelas yang berasal dari banyak rahim keluarga," ujarnya.

Sayangnya, lanjut Rizal, Program Wajib Belajar 9 tahun tidak didasarkan pada keragaman, tapi penyeragaman. Sekolah- sekolah didorong untuk mengembangkan anak-anak dalam bidang-bidang yang sangat terbatas.

Baca juga: PGRI Minta Klaster Pendidikan Tak Masuk dalam RUU Cipta Kerja

 

"Contohnya evaluasi kualitas pendidikan sebuah negara yang diukur melalui kemampuan siswa SMAnya hanya di bidang Literasi, Matematika dan IPA saja oleh dalam program PISA (Program International Student Assessment), atau pembelajaran STEM (Sains, Teknologi, Teknik, Matematika)," papar Rizal.

Kedua program ini sangat penting, tapi program ini menurutnya tidaklah cukup.

" Pendidikan seharusnya memberi bobot seimbang pada plah raga, kemanusiaan, dan seni. Tapi, ketiga bidang itu tidak diukur oleh PISA ataupun di STEM," ujarnya.

Bahkan di Indonesia, pelajaran itu tidak masuk dalam mata pelajaran yang diujikan secara nasional (UN), atau mulai tahun 2021 ini, pada asesmen karakter dan kecakapan dasar.

"Seharusnya anak-anak dididik melalui kurikulum yang yang membiarkan mereka mengembangkan berbagai talenta, kecakapan dan keminatan (passion) yang ada, bukan hanya sejumlah kecil dari kecakapan itu," tegas Rizal.

Apalagi, riset menunjukkan seni juga dapat meningkatkan nilai matematika (berpikir logis) dan kreativitas yang terkait dengan pemecahan persoalan sains (IPA).

"Seni sangat penting karena bisa merangsang pertumbuhan tubuh dan pikiran anak-anak yang tidak bisa dilakukan oleh mata pelajaran lainnya," ungkapnya.

Prinsip 2: rasa ingin tahu

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X