Cara Singapura Lewati Gelombang 2 Covid Klaster Sekolah dan Universitas

Kompas.com - 01/10/2020, 15:48 WIB
Seorang penumpang (kanan) mengenakan masker saat melintas di Jewel Bandara Changi di Singapura, 27 Februari 2020, menyusul penyebaran Covid-19 novel coronavirus. AFP/ROSLAN RAHMANSeorang penumpang (kanan) mengenakan masker saat melintas di Jewel Bandara Changi di Singapura, 27 Februari 2020, menyusul penyebaran Covid-19 novel coronavirus.

Sejak pertengahan April, gelombang kedua COVID di Singapura mendadak meningkat karena adanya outbreak di asrama pekerja asing yang biasanya berasal dari India, Bangladesh, Srilanka dan China.

Karena itu, masa Circuit Breaker diperpanjang selama 4 minggu sampai tanggal 1 Juni 2020.

Era "Normal Baru" Singapura

Program Circuit Breaker yang dijalankan oleh pemerintah dan warga Singapura berdampak positif dan efektif.

Pada tanggal 1 Juni 2020, kurva pasien baru covid-19 menurun dan dalam seminggu terakhir, kasus2 penularan di luar asrama pekerja menurun drastis menjadi kurang dari 5 orang per hari.

Karena kasus penyebaran bisa ditekan dan angkanya konstan kurang dari 5-10 orang per hari, pada tanggal 2 Juni 2020, dimulailah masa “New Normal” fasa 1 di Singapura. Fase 2 dan 3, di mana lebih banyak bisnis dan kegiatan akan dibuka, akan diterapkan jika laju infeksi Covid di fasa 1 berhasil diperlambat.

Adapun peraturan2 dalam fase-1 dan 2 kami rangkum sebagai berikut:

Baca juga: I-4 Diaspora: Belajar dari Kehidupan Akademik Sekolah dan Kampus Jepang PascaCovid-19

Klaster sekolah

Pada bulan Juni di awal fase 1, semua pelajar masuk secara bertahap dan bergantian sehingga jumlah orang di sekolah tetap bisa dibatasi untuk menerapkan safe distancing (menjaga jarak minimal 1.5 – 2 meter).

Contohnya, anak SD masuk secara bergantian, di mana anak kelas 4-6 masuk pada minggu ke 1 dan 3, sementara anak kelas 1-3 masuk pada minggu ke 2 dan 4.

Selebihnya pelajar yang sedang tidak giliran masuk ke sekolah akan belajar di rumah dengan belajar online dan kombinasi dengan live session bersama guru melalu aplikasi video conferencing seperti Zoom, Google Meet, dan lainnya.

Saat mereka masuk sekolah, anak-anak diharuskan menerapkan praktik-praktik kebersihan dan safe distancing yang dirangkum dalam gambar berikut ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X