Niknik M. Kuntarto
Dosen UMN. Ahli linguistik forensik.

Dr. Niknik M. Kuntarto, M.Hum, selain Dosen UMN, juga aktif sebagai ahli linguistik forensik dan pegiat bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) di bawah Yayasan Kampung Bahasa Bloombank Indonesia.

Penapis Ejaan Otomatis: Saatnya Teknologi Berbahasa (2)

Kompas.com - 28/10/2020, 05:28 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

 

Platform media digital perlu cepat untuk menyampaikan berita ke masyarakat umum. Hal ini terkadang menyebabkan praktisi mengabaikan aspek kesesuaian bahasa Indonesia.

Berdasarkan data terkait traffic web terbanyak di Indonesia yang dipublikasikan oleh Alexa, Tribunnews (salah satu platform media digital di Indonesia) menempati urutan ketiga dalam kategori tersebut.

Menurut Domu Ambarita, GM Content Tribunnews.com, media daring mengunggah berita sebanyak kurang lebih 3.000 artikel dalam sehari. Seorang reporter dituntut menulis berita sekitar 20 artikel.

Proses penulisan dan penyuntingan berita bergantung pada kemahiran berbahasa para wartawan, baik di posisi reporter maupun redaktur.

Melihat dari beban kerja penulisan dan penyuntingan berita setiap hari yang dihadapi oleh redaksi, peluang kesalahan dalam penerbitan setiap artikel menjadi relatif besar.

Kesalahan-kesalahan bahasa dalam berita dapat menurunkan kredibilitas dan kepercayaan khalayak terhadap informasi yang disajikan suatu media.

Di Indonesia, menurut data Dewan Pers, terdapat lebih dari 43.000 media daring yang berbahasa Indonesia (Annl005, 2018).

Baca juga: Nilai-Nilai Penting Sumpah Pemuda

Perubahan pola konsumsi berita dan informasi di kalangan masyarakat pada era digital telah mengubah pola produksi berita yang dilakukan oleh para jurnalis. Jurnalis dituntut lebih cepat menerbitkan berita-berita aktual.

Namun, tuntutan ini belum sepenuhnya diikuti dengan akurasi dalam penggunaan bahasa pada berita-berita yang disajikan. Padahal, pengabaian terhadap akurasi dalam penyajian informasi, termasuk di dalamnya penggunaan bahasa Indonesia dapat merugikan media sendiri.

Kecepatan dalam mengolah informasi dengan tuntutan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadikan alasan jurnalis dalam menulis berita yang dinilai kurang baik.

Diperlukan waktu yang cukup lama untuk membuka kamus bahasa Indonesia (KBBI) dan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) baik secara daring maupun luring.

Kecepatan informasi dipengaruhi oleh kecepatan teknologi. Dengan demikian, dibutuhkan sebuah inovasi teknologi berupa aplikasi penapis kesalahan bahasa yang dapat digunakan secara cepat dan tepat saat jurnalis bekerja.

Aplikasi ini bisa berupa sebuah layanan web yang dapat diakses secara langsung melalui jaringan Internet.

Melalui dukungan teknologi Internet berkecepatan tinggi yang ditawarkan berbagai penyedia layanan di Indonesia, aplikasi web tentunya dapat diakses kapan pun dan di mana pun para penggunanya berada.

Kelahiran aplikasi penapis ejaan otomatis

Berkaca pada data tersebut, dibutuhkan upaya teknologi guna meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan jurnalis, untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Diperlukan penelitian yang bertujuan sebagai upaya peningkatan kemampuan berbahasa Indonesia melalui sebuah aplikasi teknologi informasi dan komunikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat, termasuk kalangan jurnalis dalam menapis kesalahan bahasa sebagai perantara mencerdaskan bangsa melalui bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Dibutuhkan inovasi-inovasi yang mampu mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat menapis kesalahan-kesalahan dalam produksi berita di media daring.

Dalam tahap pengembangan aplikasi ini, korpus data yang dapat digunakan adalah naskah-naskah yang mengandung kesalahan bahasa dan kaidah bahasa berdasarkan KBBI dan PUEBI yang sebelumnya telah dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Di dalam aplikasi tersebut, kesalahan-kesalahan yang menjadi fokus perbaikan meliputi kesalahan baik pada tingkat kata (kesalahan ejaan dan penggunaan diksi) dan pada tahap selanjutnya dapat dikembangkan sampai ke tingkat kalimat (kelengkapan dan efektivitas kalimat).

Kesalahan-kesalahan tersebut dapat diatasi dengan mengembangkan sebuah basis pengetahuan berisikan korpus data, tata penulisan, dan aturan berbahasa yang benar.

Metode yang digunakan dalam pengembangan aplikasi adalah analisis teks yang juga dikenal sebagai penambangan teks.

Ini merupakan metodologi yang diikuti proses tertentu untuk memperoleh informasi dari himpunan data tekstual dalam volume yang besar (big data). Analisis tersebut melibatkan analisis statistik, bahasa komputasi (computational linguistics), dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Analisis ini bertujuan untuk mengurai data teks yang tidak terstruktur menjadi bentuk yang lebih terstruktur dan memperoleh pola sehingga dari data ini akan memberi wawasan dan memudahkan pengguna akhir dalam pengambilan keputusan dan kesimpulan

Peran media sebagai pencerdas Bahasa Bangsa

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.