Kompas.com - 05/11/2020, 13:53 WIB
Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia atau KOPSI 2020 yang digelar secara daring 2-7 November 2020
diikuti 1.740 proposal penelitian dari siswa Indonesia. DOK. PUSPRESNAS/KEMENDIKBUDKompetisi Penelitian Siswa Indonesia atau KOPSI 2020 yang digelar secara daring 2-7 November 2020 diikuti 1.740 proposal penelitian dari siswa Indonesia.

KOMPAS.com - Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia atau KOPSI 2020 menjadi ajang pembuktian gairah dan kualitas penelitian siswa Indonesia tidak surut oleh tantangan pendemi global Covid-19.

Secara kuantitas, tercatat, 1.740 proposal penelitian dari seluruh Indonesia masuk dalam seleksi kompetensi penelitian siswa tahun ini.

Dari jumlah tersebut terseleksi sebanyak 1.298 naskah penelitian dan selanjutnya diseleksi kembali menjadi 150 naskah penelitian ke tingkat nasional.

Sebanyak 283 siswa dari 87 SMA dan 25 MA dari 26 Provinsi di Indonesia memastikan diri mengikuti seleksi tingkat nasional meliputi Seleksi Pameran, Presentasi, dan Wawancara. Dari para finalis ini terdapat 10 siswa penerima Kartu Indonesia Pintar.

Tak surut gairah dan kualitas 

"Saya cukup terkejut saat menerima proposal penelitian yang dikirimkan oleh siswa. Penelitian mereka luar biasa. Mereka banyak mengangkat solusi persoalan terkait pandemi, misal teknologi penjaga jarak, hingga otomasi alat kesehatan," ungkap Prof. Riri Fitri Sari, Guru Besar Fakultas Teknik UI yang menjadi Juri KOPSI kategori Fisika Terapan dan Rekayasa.

Baca juga: KOPSI 2020, Membangun Karakter Ilmiah dan Penelitian Siswa Sejak Dini

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prof. Riri menyampaikan apa yang sedang dilakukan para peneliti ternyata juga tengah dilakukan oleh para siswa.

"Tentu dengan skala penelitian yang lebih sederhana. Tapi luar biasanya, itu sudah mereka pikirkan. Dan yang terpenting, metodologi atau tahap-tahap penelitian yang harus mereka lakukan, sudah mereka pahami dengan baik," ujar Prof. Riri.

Gairah dan kualitas penelitian para siswa tidak surut meski mereka dihadapkan pada tantangan pandemi Covid-19 ini, tambah Prof. Riri lebih lanjut.

Prof. Riri memberikan apresiasi terhadap Puspresnas yang memberikan wadah para siswa yang memiliki talenta di bidang penelitian ini.

"Saya memberikan apreasisi positif kepada Puspresnas yang tetap mewadahi kreativitas dan inovasi siswa di tengah pandemi ini. Hal ini akan menjadi sarana bagi kita tetap untuk membangun karakter ilmiah siswa, di tengah tantangan pandemi ini," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X