“Guru penggerak diharapkan menjadi pemimpin-pemimpin pendidikan di masa depan yang mewujudkan generasi unggul Indonesia,” tulis Ditjen GTK Kemendikbud dalam situs resminya.
Melalui program PGP, calon guru penggerak akan mendapatkan pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama 9 bulan.
Dengan adanya guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran, Kemendikbud berharap agar bisa mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya.
Baca juga: Dibuka Pendaftaran Pendamping Guru Penggerak, Berikut Kriterianya
Tujuannya adalah untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.
Guru penggerak juga menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.
Berikut ini penjelasan singkat dari Ditjen GTK Kemendikbud mengenai lima peran seorang guru penggerak.
Pada program guru penggerak angkatan 1, sebanyak 19.218 guru telah mendaftar.
Pendaftar guru penggerak telah melewati seleksi tahap 1, yaitu pengisian biodata diri, esai, dan tes bakat skolastik hingga tahap 2 berupa simulasi mengajar dan wawancara.
Setelah melewati rangkaian proses seleksi tersebut, terdapat 2.800 guru yang lolos dan akan menjalani Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan.
Untuk program guru penggerak angkatan 2, kuota peserta program guru penggerak sama seperti kuota angkatan pertama, yaitu 2.800 peserta.
Pelaksanaan program guru penggerak pun tidak dipungut biaya dan selama program berlangsung, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai pendidik.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.