Kompas.com - 12/11/2020, 11:23 WIB
Potret salah satu siswa Jakarta Intercultural School, Clarine Winarta (kiri), yang membuat proyek non profit untuk menjual hasil karya seniman-seniman Jakarta seperti celemek (kanan) di bawah nama Stork Project. DOK. CLARINE WINARTA DAN INSTAGRAM STORKPROJECTPotret salah satu siswa Jakarta Intercultural School, Clarine Winarta (kiri), yang membuat proyek non profit untuk menjual hasil karya seniman-seniman Jakarta seperti celemek (kanan) di bawah nama Stork Project.

KOMPAS.com – Clarine Winarta, siswi Jakarta Intercultural School (JIS) membuat proyek sosial guna membantu kondisi ekonomi beberapa pelukis lokal Jakarta yang terkena dampak Covid-19.

“Kami, Stork Project, mulai membantu beberapa pelukis lokal Jakarta yang terkena dampak Covid-19 untuk bertahan selama pandemi ini,” kata Clarine pada Senin (9/11/2020) kepada Kompas.com.

Melalui Stork Project, Clarine membantu menjual hasil lukisan seniman-seniman melalui berbagai media, seperti kaus, celemek, dan tas. Ia menjelaskan, setiap seniman menghasilkan lukisan yang unik.

Baca juga: 5 Drama Korea Selatan Ini Bisa Motivasi Semangat Belajar Siswa

Dengan membeli produk dari Stork Project, pembeli turut membuat pelukis mendapatkan penghasilan.

Selain itu, Clarine menggunakan hasil penjualan Stork Project untuk membantu komunitas pelukis serta masyarakat yang membutuhkan.

“300 paket sembako sudah berhasil disumbangkan sampai saat ini,” rincinya.

Proyek yang baru dimulai sejak Juni 2020 ini berangkat dari kegemaran atau passion Clarine pada bidang seni.

“Ide untuk menolong seniman-seniman ini berawal dari passion saya untuk seni dan muncul ketika saya melihat banyak orang kesulitan mempertahankan hidup akibat dampak pandemi. Mereka tidak bisa mengadakan atau ikut pameran dan tidak bisa berjualan,” cerita Clarine.

Maka dari itu, Clarine membuat Stork Project sebagai wadah pelukis untuk menghasilkan karya dan mendapatkan penghasilan untuk menutupi kebutuhan dasar keluarganya sehari-hari.

Kesadaran sosial saat pandemi

Melihat aksi sosial Clarine, Kepala Jakarta Intercultural School Tarek Razik merasa bangga dan menilai upaya Stork Project sebagai kesadaran sosial yang luar biasa.

Tarek mengatakan bahwa dalam masa-sama sulit, kesadaran sosial menjadi penting.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X