Kompas.com - 06/02/2021, 13:31 WIB
. Shutterstock.
|

KOMPAS.com - Mengenalkan anak tentang bahasa asing sejak dini menjadi kebutuhan di era saat ini. Namun demikian, mengenalkan anak bahasa ibu atau bahasa daerah juga wajib dilakukan para orangtua. Jika hal ini dilupakan, bisa terjadi krisis bahasa daerah di berbagai wilayah Indonesia.

Seperti dilansir dari laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BP2B) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI Sub Peta Bahasa tahun 2018, ada 655 bahasa daerah yang tersebar dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam hingga Provinsi Papua.

Banyaknya bahasa daerah ini merupakan keanekaragaman budaya bahasa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Salah satunya dengan cara orangtua mengajarkan bahasa daerah kepada anak-anaknya.

Melansir laman anggunpaud.kemdikbud.go.id, ada beberapa alasan mengapa bahasa daerah penting dikenalkan kepada anak sejak dini :

1. Bahasa daerah adalah bahasa warisan nenek moyang

Ada ratusan suku yang berbeda di Indonesia dan tiap suku memiliki bahasa daerahnya masing-masing. Bahasa daerah ini tergolong unik dan khas.

Baca juga: Siswa, Ini Perjalanan Batik Jadi Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO

Bahasa daerah wajib diwariskan sebagai bahasa pertama anak, agar bahasa lokal tetap ada dan menjadi warisan nenek moyang kita.

2. Bahasa daerah memiliki tingkatan bahasa

Tingkatan bahasa daerah biasanya digunakan sebagai sarana untuk mengatur bagaimana sebaiknya orang berbicara. Misalnya dalam bahasa Jawa, ada dua tingkat yang dipakai, yakni bahasa Ngoko dan bahasa Krama.

Tingkatan ini mengatur bagaimana suatu bahasa digunakan dengan teman sebaya atau orang yang lebih tua.

3. Bahasa daerah adalah cermin sopan santun

Bahasa daerah dengan berbagai tingkatannya membuat anak akan belajar sopan satun dengan siapa mereka berbicara.

Jika anak berbicara dengan orang yang lebih tua, misalnya guru atau nenek, maka anak akan menggunakan bahasa yang sesuai. Dengan membiasakan hal ini, anak bisa paham bahwa orang yang lebih tua harus dihormati.

Baca juga: Seminar UMJ: Pembelajaran Jarak Jauh Belum Jadi Budaya Proses Belajar di Indonesia

4. Menjadi bahasa pertama untuk berkomunikasi

Di masa emas anak, mereka mampu menyerap bahasa dengan baik. Bagi orang tua yang ingin mengenalkan bahasa asing sebaiknya menunggu jika mereka sudah siap.

Mengenalkan bahasa asing juga baik, asalkan anak telah memiliki bahasa pertama yang dipahami anak dan dilakukan dalam kesehariannya.

Hal ini harus dilakukan karena anak membutuhkan media komunikasi berupa bahasa awal. Agar anak mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial yang menggunakan bahasa ibu yang sama.

5. Anak memperoleh pengetahuan dari bahasa pertama

Bahasa awal akan menjadi dasar anak dalam memperoleh berbagai informasi di sekitarnya. Semakin bertambah usianya, anak akan semakin banyak bertanya. Biarkan anak bertanya dengan bahasa daerah, dan orangtua selalu menjawab hingga terjadi interaksi yang menyenangkan.

Dengan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa awal bisa dijadikan jembatan bagi anak untuk mengetahui berbagai hal di sekelilingnya.

Baca juga: Jangan Pusing, Ini Jurus Jitu Hadapi Anak Super Aktif

Orangtua harus siap mendampingi anak mereka terus belajar dan mengeksplor berbagai hal di sekelilingnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X