Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammad Nur Rizal GSM: Pandemi Mestinya Jadi Titik Balik Paradigma Pendidikan

Kompas.com - 09/03/2021, 22:01 WIB

"Pandemi semestinya menjadi titik balik pendidikan. Kalau pendidkan masih menyeragamkan dan hanya fokus pada kemampuan akademik, apapun strategi PJJ akan tetap menyulitkan karena disparitas infrastruktur," tegas Rizal.

Ia mengatakan, "akibatnya, terjadi jurang kesenjangan yang sangat tinggi antara anak-anak di kota dan desa. Kesenjangan ini mengakibatkan learning poverty yang lebih riskan dialami oleh masyarakat miskin maupun yang tinggal di pulau terluar."

Artinya, PJJ berpotensi untuk membuat siswa yang berasal dari keluarga miskin dan terpinggirkan semakin tertinggal.

"Sehingga, learning poverty ini krusial untuk segera ditangani karena akan berdampak pada kemampuan dasar pembelajaran selanjutnya yang lama kelamaan akan mengakibatkan defisit SDM di Indonesia," kata Rizal mengungkapkan kekhawatirannya.

Merubah paradigma pendidikan

Untuk itu, Rizal terus mendorong penataan kembali arah pendidikan Indonesia. GSM menyarankan kementerian mengubah paradigma pendidikan.

Menurutnya, penyeragaman dan kepatuhan kepada konten akademik harus ditrasnformasi pada pendidikan yang lebih mengembangkan penalaran kritis dan empati sosial tinggi untuk membangun siswa agar mereka menjadi lebih bahagia, sekaligus kompetitif di era ke depan.

"Perubahan paradigma ini harus dilakukan secara holistik dengan mengubah berbagai macam regulasi yang mendorong penguasaan konten akademik yang berlebihan seperti dihapusnya Ujian Nasional serta berbagai macam bentuk ujian lainnya," jelasnya.

Metode asesmen siswa, tambah Rizal, perlu segera digantikan dengan model evaluasi yang berbasis umpan balik terkait proses belajar siswa.

"Agar kebijakan ini sejalan maka perlu koordinasi yang intensif antara pemerintah pusat dengan daerah agar kebijakan dapat dijalankan dengan benar dan baik," tambahnya.

Salah satu upaya yang dilakukan GSM untuk mengatasi permasalahan PJJ adalah membuat kurikulum berbasis rumah dan komunitas yang disebut Home Based Learning (HBL), yang bertujuan memberikan pendidikan yang sumber belajarnya berbasis persoalan di rumah dan masyarakat.

Baca juga: Kurikulum Darurat Buat Bingung, Bosan dan Berang, Ini Saran GNI untuk Pemda

 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+