Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siswa, Ini Hasil Kebudayaan Zaman Paleolitikum Berikut Fungsinya

Kompas.com - 09/04/2021, 12:22 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Pembelajaran daring hingga kini masih diikuti oleh sebagian besar siswa sekolah. Selain dari guru, materi pelajaran juga bisa diperoleh dari berbagai sumber.

Salah satunya sumber resmi dari pemerintah. Seperti halnya Rumah Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Siswa sekolah yang saat ini belajar mengenai sejarah, secara khusus belajar zaman batu atau zaman pra sejarah, berikut ini penjelasan dari Rumah Belajar Kemendikbud.

Baca juga: Siswa, Yuk Belajar Zaman Batu Paleolithikum

Informasi dilansir dari laman Rumah Belajar Kemendikbud. Berikut ini hasil kebudayaan paleolitikum:

Hasil-hasil kebudayaan Pacitan

Kebudayaan Pacitan identik dengan kebudayaan zaman batu. Ini karena kebudayaan Pacitan merupakan bagian dari zaman paleolitikum yang mayoritas hasil kebudayaannya berupa batu.

Pola hidup masyarakat pada masa itu adalah berburu dan meramu pada tahap awal, dimana penguasaan manusia terhadap teknologi masih sangat sederhana dan berkaitan erat dengan kebutuhan dasar manusia pada saat itu.

Tujuan utama pembuatan alat-alat sekedar untuk mempermudah memperoleh bahan makanan yang menjadi kebutuhan pokok pada masa itu.

Oleh karena itu, alat-alat yang dibuat baik dari bahan batu, kayu, maupun tulang-tulang hewan masih sangat sederhana dalam bentuk maupun cara pembuatannya.

Tapi, kenapa dinamakan kebudayaan Pacitan? Ya, tentunya kamu masih ingat tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 1935.

Terdapat tokoh yang bernama Von Koenigswald dan Tweedie menemukan dua ribu alat batu di Sungai Baksoko, Desa Punung, Pacitan , Jawa Timur.

Tempat penemuan itu ditentukan sebagai kompleks kapak perimbas dengan sebutan Kebudayaan Pacitan. Jadi, seperti itu penjelasan mengapa dinamakan kebudayaan Pacitan.

Berikut ini hasil-hasil kebudayaan pacitan antara lain adalah:

1. Pahat Genggam

Pahat genggam merupakan alat bantu inti yang dicirikan oleh bentuk alat yang persegi atau bujur sangkar dengan tajaman yang tegak lurus pada sumbu alat.

2. Kapak Perimbas

Hasil kebudayaan lainnya adalah Kapak perimbas. Kapak perimbas adalah alat batu inti atau serpih yang dicirikan oleh ketajaman monofasial atau utuh yang membulat, lonjong, atau lurus yang dikenal sebagai salah satu peralatan yang paling awal digunakan manusia.

Baca juga: Siswa, Seperti Ini Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia

Jika bukan yang paling awal, kapak perimbas mungkin adalah salah satu alat yang tertua yang dibuat umat manusia. Semua batu dapat diklasifikasikan sebagai kapak perimbas jika pada tepinya menunjukan tanda-tanda telah digunakan.

Berdasarkan dari penemuan beberapa fosil manusia prasejarah khususnya di Indonesia, pendukung budaya kapak perimbas ini adalah:

  • Meganthropus paleojavanicus
  • Pithecanthropus erectus
  • Homo soloensis
  • Wajakensis
  • Homo erectus
  • Homo sapiens

Kapak perimbas dari budaya Pacitan dibagi dalam beberapa jenis atas dasar ciri-ciri pokok yang sudah digolongkan. Diantaranya:

  • Iron-heater Chopper (tipe setrika). Tipe ini bentuknya menyerupai setrika, berpenampang cembung, dan memperlihatkan penyerpihan yang tegas.
  • Tortoise (tipe kura-kura). Tipe ini mempunyai penampang yang membulat dengan permukaan bagian atas yang cembung dan meninggi.
  • Side scraper (tipe serut samping), Tipe ini bentuknya tidak teratur, tajamnya dibuat pada sebelah sisi.

Fungsi dari kapak perimbas untuk menumbuk dan memotong. Fungsi praktisnya meliputi sebagai alat yang dipakai untuk:

  • menumbuk tanaman atau biji-bijian
  • memotong daging buruan
  • sebagai pisau
  • penyayat
  • sebagai salah satu alat untuk menumbuk serat-serat dari pepohonan yang dapat digunakan sebagai pakaian

Baca juga: Siswa SMP, Ini Contoh Energi Alternatif

3. Kapak Genggam

Alat ini biasanya disebut "chopper" (alat penetak atau pemotong). Alat ini dinamakan kapak genggam karena alat tersebut serupa dengan kapak, tetapi tidak bertangkai dan cara mempergunakannya dengan cara menggenggam.

Kapak genggam merupakan salah satu varian dari Kapak Perimbas yang mulai digunakan pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut. Bentuk alat ini agak panjang dan meruncing.

Hasil penelitian dan ekskavasi pada tahun 1990 di beberapa wilayah Pegunungan Seribu oleh tim Indonesia-Prancis dipastikan bahwa kapak genggam juga digunakan oleh saudara jauh kita, Homo erectus.

Wilayah penemuan kapak genggam selain di daerah Punung, Pacitan (Jawa Timur ) juga ditemukan di:

  • Semenanjung Malaka
  • Jampang Kulon
  • Sukabumi (Jawa Barat)
  • wilayah Parigi (Jawa Timur)
  • Tambang Sawah (bengkulu)
  • Lahat (Sumatera Selatan)
  • Kalianda (Lampung)
  • Awangbangkal (Kalimantan)
  • Kalimantan Barat
  • Cabenge (Sulawesi)
  • Nusa Tenggara
  • Sembiran dan Terunyan (Bali)
  • Flores dan tempat-tempat lainnya

Baca juga: Siswa dan Orangtua, Ini Manfaat Membaca bagi Kesehatan

Kapak genggam semacam ini juga ditemukan di Afrika, wilayah Eropa, Asia Tengah, hingga wilayah Punjab di India, Cina Selatan sampai wilayah Filipina.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com