Kompas.com - 25/04/2021, 16:46 WIB

Kedua tokoh utama novel Retrocession merupakan cerminan orang yang akan dihujani pertanyaan-pertanyaan paling menyebalkan di acara reuni sekolah, pernikahan saudara, atau di acara-acara keluarga.

Misalnya, “Mana gandengannya?”, “Kok masih betah melajang, sih?”, “Kapan nih rencana nikah?” pastinya pembaca akan larut dan bisa saja juga memiliki pemikiran seperti para tante atau om yang akan dengan lancarnya melayangkan pertanyaan senada tanpa mencoba memahami isi pikiran mereka.

Sebenarnya, saat dilihat pakai kacamata netral, pertanyaan itu menjadi lumrah mengingat mereka sudah cukup mapan dari segi materi dan usia. Lantas, sekiranya apa yang menjadi faktor utama bagi mereka yang memutuskan masih melajang?

Pertama-tama, ada baiknya kita mulai mengulik sisi Radit yang mulai bertemu Alya di sebuah acara nikahan sahabatnya. Dia mulai tertarik kepada sosok Alya yang terlihat menyimpan sesuatu.

Setelah acara tersebut, mereka dipertemukan dalam lingkaran pekerjaan yang membuat pertemuan mereka cukup intens. Dari sana, dimulailah kegiatan menonton film, makan, bahkan sampai olahraga bersama. Kedekatan mulai terjalin, dan pada akhirnya mereka mulai merasa yakin meski perjalanannya tentu saja tidak mudah.

Pada kenyataannya, si sempurna Alya masih terkait dengan masa lalunya. Sementara itu, Radit cukup “selow” dalam menjalin hubungan tersebut, mengingat dia ingin mengenal sosok Alya lebih dalam lagi untuk langkah selanjutnya.

Sayangnya, perjalanan cinta nggak semudah saat menonton kisah opera sabun atau film televisi. Prosesnya cukup panjang dengan pergolakan batin yang dipenuhi intervensi dari sekitar. Radit dan Alya dari luar hanyalah gambaran pasangan serasi yang menurut para tante sangat ideal.

Sementara dari dalam, mereka adalah kita yang terus berjuang meraih ideal versi sendiri. Memilih pasangan ideal menurut mereka nggak akan sama dengan ideal versi kita yang menjalani.

Pada akhirnya, menjalin sebuah hubungan nggak hanya bergantung pada fisik dan pekerjaan bagus. Ini hanyalah perjalanan hati yang kelak dijawab waktu.

Penasaran sama ceritanya? Cek di sini: https://www.gramedia.com/products/city-lite-retrocession

Info lengkap tentang voucher yang bisa kamu dapatkan secara gratis untuk membeli buku/komik ini: http://bit.ly/voucher_artikel

Baca juga: Overheard Jakarta, Sekelumit Kisah dari Warga Ibu Kota Jakarta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.