Kompas.com - 12/06/2021, 11:23 WIB
|

KOMPAS.com - Anak aktif bergerak dan sering berlarian itu karena mereka punya energi yang besar. Imbasnya, orang tua akan lelah karena harus menjaganya.

Tetapi, anak aktif bergerak itu ada nilai plusnya. Apa itu? Tentu anak dan orang tua akan semakin sehat karena aktif bergerak.

Meski begitu, ada sebagian anak yang lebih pasif. Mereka menyukai kegiatan-kegiatan yang tidak memerlukan banyak bergerak.

Baca juga: 3 Cara Mendidik Anak agar Berprestasi

Terutama pada anak-anak yang telah mengenal gawai. Dengan demikian diharapkan Ayah dan Bunda dapat menjaga anak untuk tetap aktif bergerak.

Karena ada banyak manfaat yang didapatkan oleh mereka. Apa saja manfaatnya? Melansir laman Ruang Guru PAUD Kemendikbud Ristek, Jumat (11/6/2021), ini manfaatnya:

1. Metabolisme tubuh akan lebih baik

Jika aktif bergerak, tubuh lebih lancar menyerap nutrisi hingga otot dan tulang kuat, pencernaan lebih lancar hingga anak tidak sembelit.

2. Tidur malam yang lelap

Anak-anak yang aktif bergerak pada pagi hingga sore hari akan tidur lelap. Hormon pertumbuhan yang aktif pada saat seperti ini akan lebih lancar terbentuk.

3. Nafsu makan anak meningkat

Energi yang keluar harus digantikan dengan asupan energi juga. Anak-anak akan lebih lahap makan karena membutuhkan asupan energi.

4. Daya tahan tubuh lebih kuat

Otot dan tulang anak akan berkembang lebih kuat saat anak aktif bergerak. Apalagi jika anak bergerak aktif ketika pagi hari, karena bisa mendapatkan asupan vitamin D dari sinar matahari.

Baca juga: 7 Cara Stimulasi Perkembangan Anak Disabilitas Pendengaran

5. Melatih kemampuan bersosialisasi anak

Anak-anak yang terbiasa bergerak aktif di luar ruangan akan bertemu dengan banyak orang. Anak-anak bisa belajar bersosialisasi dengan segala kalangan, mulai dari teman sebaya hingga orang dewasa.

Lantas, agar anak dapat bergerak aktif, Ayah dan Bunda perlu mengetahui beberapa kiatnya, yakni:

1. Cari aktivitas fisik favorit anak

Orang tua bisa mendampingi anak melakukan kegiatan-kegiatan favoritnya seperti berenang, main bola, atau memanjat.

2. Jadilah contoh bagi anak

Orang tua yang aktif akan menjadi teladan bagi anak-anak, berbeda dengan orang tua yang tidak banyak bergerak.

3. Batasi televisi dan gawai

Idealnya, waktu untuk menggunakan televisi dan gawai dibatasi paling lama dua jam setiap hari. Televisi dan gawai membuat anak malas bergerak.

4. Ajak anak kerjakan tugas rumah tangga

Contohnya wabah penyakit yang membatasi orang untuk keluar rumah, atau sempitnya waktu orang tua. Karena itu, orang tua harus kreatif dalam mencari alternatif.

Baca juga: Yuk Ajari Anak Taat Norma Sejak Dini

Hal sederhana seperti mengerjakan tugas rumah tangga sudah bisa membuat fisik anak bergerak, seperti menyiram tanaman, menjemur pakaian, atau menyapu dan mengepel lantai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.