Mahendra K Datu
Pekerja corporate research

Pekerja corporate research. Aktivitas penelitiannya mencakup Asia Tenggara. Sejak kembali ke tanah air pada 2003 setelah 10 tahun meninggalkan Indonesia, Mahendra mulai menekuni training korporat untuk bidang Sales, Marketing, Communication, Strategic Management, Competititve Inteligent, dan Negotiation, serta Personal Development.

Branson, Bezos, Musk dan Wisata Sains

Kompas.com - 16/09/2021, 17:41 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: AC Mahendra K Datu | Innovation-OSCI Designer

KOMPAS.com - Tanggal 11 Juli 2021 menandai era baru wisata dengan berhasilnya Richard Branson, konglomerat pendiri Virgin Group mengangkasa sebagai turis bersama 3 orang lainnya, semuanya sipil, dalam wahana bernama Unity (by) Virgin Galactic.

Perlu 17 tahun bagi Richard Branson mewujudkannya. Tahun 2004 ia sudah memikirkan soal wisata luar angkasa ini dan mendirikan Virgin Galactic.

Branson bersama tiga crew berada di tepian angkasa di ketinggian 85 kilometer selama lebih dari satu jam dengan lima menit di antaranya para crew menikmati suasana tanpa gravitasi.

Konglomerat pendiri Amazon, Jeff Bezos tak mau kalah. Dengan roket New Shepard buatan perusahaannya, Blue Origin, ia bersama tiga crew lainnya termasuk anak muda berusia 18 tahun serta perintis space race berusia 82 tahun, Wally Funk, mengangkasa selama kurang lebih ‘hanya’ sepuluh menit.

Di pertengahan September ini, 4 orang sipil lainnya berhasil meluncur ke ruang angkasa untuk tujuan yang sama: wisata. SpaceX, perusahaan yang menyediakan jasa itu, memakai Dragon Capsule untuk mengangkut empat penumpang sipil itu ke ruang angkasa, ke ketinggian lebih dari 500 kilometer di atas permukaan laut untuk berada di orbit selama tiga hari.

Uniknya, dalam wisata angkasa SpaceX tersebut, ke empat crew-nya diberi agenda layaknya sekelompok pramuka melakukan field trip atau penjelajahan alam: mereka harus melakukan beberapa pengamatan serta eksperimen, membuat jurnal, dan agendanya serba unik.

Sama dengan visi Richard Branson dan Jeff Bezos yang merealisasi wisata luar angkasa, Elon Musk, konglomerat di balik perjalanan wisata ruang angkasa SpaceX ini, juga merealisasikan impian masa kecilnya.

Baca juga: Itera: Astrowisata Jadi Wisata Alternatif, Ini Keunggulan Indonesia

Evolusi wisata "Out of the Box"

Wisata luar angkasa tentu ‘sesuatu banget’ bila dibahasakan dengan diksi anak-anak millenials. Namun wisata ini belum bisa menjamah golongan masyarakat kebanyakan, bahkan di negara-negara maju sekalipun.

Selain biayanya masih amat sangat mahal, juga belum ada standard keselamatan penerbangan luar angkasa bagi sipil yang tidak secara khusus dilatih seperti layaknya astronot.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.