Kompas.com - 17/09/2021, 09:49 WIB
UM Surabaya melakukan program vaksinasi Covid-19 dengan sistem Layanan Tanpa Turun (Lantatur) atau populer di sebut drive thru. Tangkap layar laman UM SurabayaUM Surabaya melakukan program vaksinasi Covid-19 dengan sistem Layanan Tanpa Turun (Lantatur) atau populer di sebut drive thru.
|
Editor Dian Ihsan

"Secara institusi, kami telah mewajibkan semua civitas kampus untuk vaksin. Karena setiap orang yang masuk kampus, wajib menunjukkan kartu vaksin mereka" beber Sukadiono.

Sukadiono menyampaikan, target vaksinasi pada tahap pertama yang dilaksanakan pada 15-16 September sebanyak 2.000 dosis jenis vaksin AstraZeneca.

Sedangkan tahap kedua yang dilaksanakan tanggal 20-24 September targetnya sebanyak 5.000 dosis dengan jenis vaksin Sinovac.

Baca juga: Rekomendasi 3 Sekolah Kedinasan bagi Siswa IPS

Terapkan analisis risiko

Ketua pelaksana acara vaksinasi massal Yuanita Wulandari menjelaskan proses vaksinasi yang dilakukan UM Surabaya disiapkan dengan analis risiko dan protokol kesehatan yang detal dan ketat.

"Sebisa mungkin pelaksanaan vaksinasi menerapkan manajemen risiko yang terukur dan protokol kesehatan ketat. Sehingga tidak ada kluster Covid-19 vaksinasi atau risiko berbahaya lain" tandas Yuanita

Yuanita mengungkapkan, peserta vaksinasi harus mendaftar di e-vaksin yang tersedia di website. Kemudian bisa mengisi biodata dan mengisi skrining online.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cermati 5 Hal Ini Jika Ingin Kuliah di Singapura

Peserta kemudian mendownload persetujuan vaksin, dan peserta diwajibkan mendaftarkan diri di aplikasi peduli lindungi. Peserta yang sudah terdaftar akan mendapatkan barcode.

"Di lapangan petugas hanya mengecek kelengkapan pendaftaran peserta dengan cara cek barcode peserta. Lalu dilakukan pemeriksaan suhu dan tekanan darah, jika sudah memenuhi maka vaksin dapat berikan. Proses ini cepat tidak perlu antri sehingga meminimalisir kerumunan," tutup Yuanita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.