Kompas.com - 03/10/2021, 21:54 WIB
Rektor UNS Solo Jamal Wiwoho meninjau pelaksanaa  uni coba kuliah tatap muka di kampus setempat, Rabu (7/4/2021). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIRektor UNS Solo Jamal Wiwoho meninjau pelaksanaa  uni coba kuliah tatap muka di kampus setempat, Rabu (7/4/2021).
|

KOMPAS.com - Sistem pendidikan di Indonesia mengalami banyak perubahan terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 hampir dua tahun belakangan ini.

Awalnya sistem belajar sebagian besar dilakukan dengan tatap muka langsung namun sekarang mengalami pergeseran. Baik menggunakan blended learning yang merupakan perpaduan pembelajaran tatap muka dan belajar secara daring.

Selain itu juga ada sistem hybrid learning atau pembelajaran hybrid. Sistem pembelajaran hybrid ini tidak hanya memadukan tatap muka dan online saja tapi juga pembelajaran berbasis komputer dan pembelajaran berbasis online.

Dua sistem pembelajaran ini sangat relevan dengan teknologi yang mengalami kemajuan pesat belakangan ini. 

Baca juga: 20 SMK Terbaik di Jawa Tengah Berdasarkan Rerata Nilai UTBK 2021

Unpad bertahap menuju hybrid learning

Seperti halnya Universitas Padjadjaran (Unpad) yang secara bertahap melakukan transformasi pembelajaran menuju hybrid.

Pembelajaran hybrid pun dinilai akan memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa dalam proses studinya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita menjelaskan, Unpad memandang hybrid secara multidimensional, bukan hanya memindahkan aktivitas dari luring menjadi daring.

Menurut dia, dalam pembelajaran hybrid ada penggabungan nilai yang dimiliki Unpad dan konten pembelajaran.

Baca juga: Prospek Kerja Lulusan Sastra Inggris dan Pilihan Kampusnya

Diharapkan, model hybrid ini merupakan satu gabungan dari berbagai macam sisi yang akan memberikan benefit pada mahasiswa

"Hybrid ini menggabungkan bagaimana value dan konten skill. Dua hal ini bergabung menjadi satu kemasan," kata Prof. Arief seperti dikutip dari laman Unpad, Minggu (3/10/2021).

Manfaat hybrid learning bagi mahasiswa

Menurut dia, melalui kuliah hybrid mahasiswa dalam sekali jalan akan mendapatkan berbagai macam dimensi untuk mereka lulus.

Prof. Arief menerangkan, ke depan mahasiswa dapat memilih sendiri apa yang diinginkan dalam proses belajarnya.

Hal ini juga sesuai dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pembelajaran pun bukan hanya akan dikontrol oleh Unpad, tetapi juga dengan mitra termasuk industri.

"Saya selalu mengistilahkan sebagai campus without wall. Jadi mahasiswa bisa kuliah di mana saja, apa pun yang mereka inginkan, dan sifatnya adalah tidak terstruktur semuanya. Sehingga dapat memberikan kebebasan untuk kita mencari apa yang kita perlukan di masa yang akan datang," beber Prof. Arief.

Berbagai persiapan pun telah dilakukan Unpad untuk mewujudkan hybrid university. Termasuk dari sisi infrastruktur dan sumber daya manusia.

"Sekarang kita siapkan kita secara terus menerus memperbaiki kurikulum hybrid university," tandas Prof. Arief.

Baca juga: Remaja Miliki Peran Penting Cegah Stunting di Indonesia

Keberhasilan hybrid learning juga ditentukan mahasiswa

Prof. Arief berpesan kepada mahasiswa bahwa keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran hybrid tidak hanya ditentukan oleh Unpad, melainkan juga dari peran mahasiswa.

"Jadi kita satu tim, teman-teman mahasiswa juga ikut berusaha, dosen berusaha, tendik berusaha, alumni dan seterusnya," tegas Arief.

Dia berharap mudah-mudahan cita-cita semua pihak dalam hal menciptakan manusia generasi unggul ini akan segera tercapai.

Hal tersebut disampaikan Prof. Arief dalam Webinar Series #3 'Kiat-kiat Mahasiswa dalam Menghadapi Transformasi Pembelajaran Menuju Hybrid University'.

Baca juga: Dosen UIN Jakarta Ungkap Jenis dan Dampak Perundungan bagi Siswa

Selain Prof. Arief, acara tersebut juga menghadirkan pembicara Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Mohamad Fahmi, Direktur Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam dan Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran Anne Nurbaity.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.