Kompas.com - 12/10/2021, 08:00 WIB
Seorang Seniman Jelekong sedang membuat lukisan realisme. DOK. PRIBADI/HADIYANTOSeorang Seniman Jelekong sedang membuat lukisan realisme.

Oleh: Hadiyanto | SMAN 1 Banjaran Kab. Bandung, Finalis Festival Literasi Siswa Indonesia 2021

“Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan” (Johann Wolfgang von Gothe)

KOMPAS.com - Apa itu bakat? Apakah dia terlahir? Atau terbentuk? Namun, bagaimana jadinya jika ratusan bahkan ribuan masyarakat dalam satu kampung memiliki "bakat" yang sama?

Keunikan ini terjadi pada sebuah kampung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sejak masa Orde Baru, mayoritas masyarakat Kampung Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung sudah menekuni dan menjalani kehidupan sebagai seniman lukis.

Pasalnya, terdapat lebih dari seribu pelukis yang bertempat tinggal di kampung ini. Berawal dari seorang seniman bernama Odin Rohidin yang mengajarkan ilmu melukisnya pada keluarga, membuat masyarakat sekitar mulai tertarik dan ikut bergabung mempelajarinya.

Sentuhan garis, goresan warna, dan bentukan rupa sudah menjadi pemandangan sehari-hari masyarakat kampung. Keadaan lingkungan tersebut membuat jiwa seni tumbuh dan merekah dalam diri warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, antusiasme yang tinggi dan cara pandang masyarakat bahwa segala hal bisa dipelajari menjadikan kemampuan melukis bisa diserap dan berkembang dengan cepat. Bagi mereka, bakat hanyalah sebuah gelar, tapi kemampuan, murni bisa karena terbiasa.

Baca juga: Utoeh Ishak, Penjaga Terakhir Rencong Tradisional Aceh

Tradisi Lukis Jelekong

Melukis dapat dilihat sebagai sebuah tradisi dalam masyarakat Jelekong karena sejak 50 tahun yang lalu kegiatan itu masih terus dilakukan sampai hari ini oleh sebagian masyarakat di sana.

Keterampilan melukis diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam satu keluarga secara tidak formal. Keterampilan itu juga seringkali didapat melalui sebuah “sistem pengajaran” dalam komunitas atau sanggar lukis.

Sistem ini terjadi ketika seorang pemula yang ingin belajar melukis, lalu membantu di sanggar seni pelukis senior. Sebelum membantu melukis pesanan, pembelajaran melukis tentu diajarkan terlebih dahulu pada mereka.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.