Kompas.com - 12/12/2021, 06:03 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Manusia selalu dihadapkan dengan berbagai masalah. Bisa masalah dalam pekerjaan atau dalam menjalankan studinya.

Namun mereka menyelesaikan suatu permasalahan dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang selalu optimis tapi ada juga yang langsung pesimis jika menghadapi suatu masalah.

Respon seseorang ini dipengaruhi oleh seberapa kuat mental seseorang dalam menghadapi masalah.

Bahkan ketika menghadapi suatu masalah dan tidak menemukan solusi, seseorang bisa nekat melakukan tindakan bunuh diri.

Baca juga: Dosen Unpad: Picu Penyakit Rongga Mulut, Ini Cara Bersihkan Plak Gigi

Bunuh diri upaya mengakhiri penderitaan

Peristiwa bunuh diri ini dapat dijelaskan dari kaca mata psikologi.

Melalui IG Live @Unik_Oke, Dosen dan Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Annastasia Ediati mengatakan, bunuh diri adalah upaya yang disengaja. Semua tindakan bunuh diri itu adalah tindakan yang direncana atau tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri hidup secara terencana.

"Orang yang bunuh diri itu bukan orang yang rindu kematian tetapi orang yang ingin mengakhiri penderitaan," kata Annastasia seperti dikutip dari laman Undip, Sabtu (11/12/2021)

Menurut dia, sebenarnya hal itu bisa terjadi karena pikirannya sudah dipenuhi beban. Apalagi didukung pola pikir bahwa bunuh diri itu adalah suatu opsi. Berdiskusi bisa menjadi salah satu media untuk mengurangi beban masalah. Misalnya dengan orangtua, agar tidak menyimpulkan masalah dalam pandangannya sendiri.

"Jadi penentunya adalah apakah mempunyai seseorang untuk bercerita atau teman curhat, seseorang yang bisa dimintai bantuan dan dimintai tolong, hal ini sebagai support system," ungkapnya.

Baca juga: Tips Memasak Nasi Putih Rendah Gula dari Dosen IPB, Yuk Coba di Rumah

Bercerita adalah cara meminta bantuan saat ada masalah 

Annastasia mengungkapkan, cara meminta bantuan ketika mengalami banyak persoalan yang pertama adalah dengan bercerita. Dia menambahkan, beban itu ada di pikiran dan perasaan. Sehingga seseorang membutuhkan solusi, jika hanya memikirkan masalah akhirnya justru overthinking.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.