Kompas.com - 12/12/2021, 08:40 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Seorang wartawan atau jurnalis menjadi garda terdepan dalam memberitakan suatu peristiwa.

Dalam melakukan tugasnya, seorang wartawan harus bisa meningkatkan intelektualitas masyarakat.

Menurut dosen jurnalisme dari Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ana Nadhya Abrar mengimbau para wartawan untuk senantiasa mengingat tujuan utama dari jurnalisme, yakni untuk memanusiakan manusia.

Baca juga: Tips Memasak Nasi Putih Rendah Gula dari Dosen IPB, Yuk Coba di Rumah

Wartawan membawa misi intelektualitas

Abrar menerangkan, dalam tugas seorang wartawan, seperti mengumpulkan, mengelola informasi, serta menyampaikannya kepada masyarakat seharusnya berdasarkan tujuan untuk meningkatkan intelektualitas masyarakat.

"Oleh karena itu, kerja wartawan sebenarnya adalah kerja pikir, mereka sedikit banyaknya membawa misi intelektualitas. Kalaupun sebelumnya sewaktu mencari berita dikategorikan sebagai kerja fisik, tapi setelah itu pasti kerja pikir. Ketika mengumpulkan fakta, memilah fakta, memberikan framing, kemudian mengedit itu kerja pikir," ungkap Abrar seperti dikutip dari laman UGM, Sabtu (11/12/2021).

Namun hasil penelitian yang dilakukan Abrar kepada media lokal di Yogyakarta menunjukkan fakta sebaliknya. Media lokal sudah mulai tidak mengindahkan prinsip dasar tersebut.

Baca juga: Dosen UGM Bahas Cara Beternak Domba Kandang Bersih Tanpa Bau

Ia mengungkapkan nama posisi content creator tersebut hanya ada dalam perusahaan itu sendiri.

Orientasi produksi seorang content creator 

Sebab ketika dibawa keluar perusahaan, seseorang yang bekerja sebagai content creator tersebut turut digolongkan sebagai wartawan.

Content creator tersebut dilihat Abrar, sejauh ini, tidak menghasilkan berita yang bertujuan untuk meningkatkan intelektual masyarakat.

"Content creator tidak menghasilkan berita atau artikel sebagaimana mestinya. Tapi malah menghasilkan artikel-artikel tentang zodiak atau ramalan, film atau sinetron yang akan ditayangkan di televisi, dan lain sebagainya," beber Abrar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.